Thursday, 21 May 2026
Home Uncategorized Presiden Donald Trump Ultimatum Iran AS Siap Serang  

Presiden Donald Trump Ultimatum Iran AS Siap Serang  

32
0

Jakarta- harianumumsinarpagi.com                       Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang memberi tambahan waktu bagi Iran untuk menyepakati perjanjian damai baru, namun menegaskan Washington siap melancarkan serangan lanjutan jika negosiasi gagal mencapai hasil.

Berbicara kepada wartawan di Joint Base Andrews, Rabu (21/5), Trump mengatakan situasi saat ini berada di titik yang sangat rawan dan dapat berubah cepat sewaktu-waktu.

“Percayalah, jika kita tidak mendapatkan jawaban yang tepat, prosesnya akan berlangsung sangat cepat. Kita semua sudah siap,” kata Trump.

Saat ditanya berapa lama AS akan menunggu, ia menjawab, “Bisa jadi beberapa hari, tapi bisa juga berlangsung sangat cepat.”

 Seperti dikutip Reuters, pernyataan itu muncul enam pekan setelah Trump menghentikan Operation Epic Fury untuk membuka jalan gencatan senjata.

Namun hingga kini, pembicaraan damai belum menunjukkan kemajuan berarti, sementara lonjakan harga bensin mulai menekan tingkat popularitas Trump menjelang pemilu Kongres November mendatang.

Trump kembali menegaskan tekadnya mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Di tengah ancaman Washington, Iran memperingatkan perang bisa meluas melampaui kawasan Timur Tengah jika AS kembali menyerang.

“Jika agresi terhadap Iran terulang kembali, perang regional yang dijanjikan kali ini akan melampaui wilayah tersebut,” kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan.

Teheran juga membentuk otoritas baru bernama “Otoritas Selat Teluk Persia” untuk mengontrol lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Iran menyatakan kapal yang melintas wajib memperoleh izin dari otoritas baru tersebut.

Ketegangan terbaru muncul setelah Trump mengungkap dirinya sempat berada “satu jam” dari keputusan sebelum melancarkan serangan baru pekan ini menyusul permintaan sejumlah negara Teluk.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menilai berbagai manuver Amerika menunjukkan persiapan menuju serangan baru masih berlangsung.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran tetap terbuka untuk negosiasi, tetapi menolak tekanan dari Washington.

“Memaksa Iran untuk menyerah melalui paksaan hanyalah ilusi belaka,” tulis Pezeshkian melalui akun X miliknya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Iran tetap menjalankan negosiasi dengan “keseriusan dan itikad baik”, tetapi menyimpan “kecurigaan kuat dan masuk akal terhadap tindakan Amerika.”

Pakistan, yang menjadi tuan rumah satu-satunya putaran pembicaraan damai sejauh ini, kembali memainkan peran sebagai mediator.

Menteri Dalam Negeri Pakistan berada di Teheran pada Rabu untuk membawa pesan antara kedua pihak.

Iran juga telah mengajukan proposal baru kepada Washington pekan ini. Namun isi tawaran tersebut disebut masih mencakup tuntutan lama yang sebelumnya ditolak Trump, termasuk soal kendali Selat Hormuz, kompensasi perang, pencabutan sanksi, pembebasan aset Iran yang dibekukan, hingga penarikan pasukan AS.

Di pasar energi, ketegangan mulai memengaruhi arus pelayaran global. Iran sebelumnya membatasi lalu lintas di Selat Hormuz sejak konflik pecah pada Februari lalu, memicu gangguan terbesar terhadap pasokan energi dunia dalam sejarah modern..* Reuters/fen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here