Home Jabodetabek Kemnaker Borong 5 Penghargaan KPPN Jakarta VII

Kemnaker Borong 5 Penghargaan KPPN Jakarta VII

159
0

Pejabat Kemnaker ketika menerima Penghargaan ini tentunya menjadi motivasi bagi seluruh unit kerja untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penggunaan anggaran yang tepat sasaran,” ujar Cris melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (22/5/2025). foto doc Humas Kemnaker

Jakarta —harianumumsinarpagi.com                            Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali mencatat prestasi membanggakan dengan meraih 5 dari 7 penghargaan dalam ajang KPPN Jakarta VII Award. Capaian ini menjadi bukti nyata atas kinerja Kemnaker dalam mengelola keuangan secara efektif, efisien, dan akuntabel.

Penghargaan tersebut diraih dalam tiga kategori utama, yakni Pengajuan Gaji Induk Terbaik, Implementasi Zero Retur Terbaik, dan Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Terbaik.

Di kategori Pengajuan Gaji Induk Terbaik, Balai K3 Jakarta meraih peringkat pertama, diikuti oleh Ditjen Binapenta dan PKK di posisi kedua. Sedangkan Dit. Bina Perluasan Kesempatan Kerja menempati peringkat ketiga pada kategori Implementasi Zero Retur Terbaik. Untuk Penyampaian LPJ Terbaik, Pusat Pasar Kerja meraih peringkat kedua dan Pusat Pengembangan SDM Ketenagakerjaan di peringkat ketiga.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyebut penghargaan ini merupakan wujud nyata komitmen Kemnaker dalam meningkatkan tata kelola keuangan yang transparan dan bertanggung jawab.

“Penghargaan ini tentunya menjadi motivasi bagi seluruh unit kerja untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penggunaan anggaran yang tepat sasaran,” ujar Cris melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (22/5/2025).

Cris juga menekankan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari semangat kolaborasi dan kedisiplinan seluruh jajaran Kemnaker. Menurutnya, prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik menjadi landasan penting dalam mencapai kinerja terbaik.

“Kami percaya bahwa capaian ini bukan akhir, melainkan pijakan untuk terus melangkah lebih jauh dalam menghadirkan tata kelola keuangan yang makin profesional dan berdampak,” kata Cris.

Ia turut menggarisbawahi pentingnya perbaikan sistem yang berkelanjutan dan inovasi di setiap unit kerja. Adaptasi terhadap teknologi dan regulasi, katanya, harus terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.*pr/fen

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here