Home Hukum Pemerintah Indonesia Selesaikan Dua Proyek Pelindungan Pekerja Perempuan dan Peningkatkan Kompetensi Pekerja

Pemerintah Indonesia Selesaikan Dua Proyek Pelindungan Pekerja Perempuan dan Peningkatkan Kompetensi Pekerja

19
0

Sekjen Kemnaker RI), Anwar Sanusi, saat menghadiri Pertemuan Pejabat Tingkat Senior Bidang Ketenagakerjaan ASEAN (Senior Labour Officials Meeting / SLOM) di Filipina, Rabu (26/10/2022) foto :doc humas

Manila–harianumumsinarpagi.com               Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah menyelesaikan dua proyek untuk melindungi tenaga kerja perempuan dan meningkatkan kompetensi pekerja.l/Buruh

Proyek tersebut merupakan bagian dari Kelompok Kerja Pejabat Tingkat Senior Bidang Ketenagakerjaan di ASEAN”, kata Sekretaris Jenderal Kemnaker RI (Sekjen Kemnaker RI), Anwar Sanusi, saat menghadiri Pertemuan Pejabat Tingkat Senior Bidang Ketenagakerjaan ASEAN (Senior Labour Officials Meeting / SLOM) di Filipina, Rabu (26/10/2022).

Anwar Sanusi menambahkan, dua lokakarya telah diselesaikan oleh Indonesia, yaitu lokakarya regional ASEAN tentang peningkatan peran dan perlindungan tenaga kerja perempuan dalam pemulihan ekonomi selama masa pandemi COVID-19. Selain itu, Indonesia bersama Kelompok Kerja Pejabat Tingkat Senior Bidang Ketenagakerjaan ASEAN juga melakukan penguatan sistem dan penjaminan mutu serta sertifikasi kompetensi. Menurutnya, hal itu akan bermanfaat sebagai dasar penguatan kompetensi pekerja.

“Di samping dua kegiatan yang sudah dilaksanakan di Indonesia, kami bersama Filipina dan Vietnam juga sedang merencanakan kegiatan yang bertujuan untuk menguatkan sistem informasi pasar kerja di negara-negara anggota ASEAN”, imbuh Anwar Sanusi.

Sementara itu, lanjut Sekjen Kemanker, Indonesia bersama Malaysia telah merencanakan lokakarya tripartit untuk berbagi informasi tentang langkah-langkah guna melindungi pekerjaan dan mengurangi pengangguran di sektor yang paling terkena dampak COVID-19.

“Bersama Filipina, Indonesia juga sedang merencanakan pengembangan strategi dan kegiatan regional untuk meningkatkan kompetisi bagi tenaga kerja di negara-negara anggota ASEAN”, imbuh Sanusi Anwar.

Sekjen Kemnaker menambahkan, Indonesia dan Filipina juga sedang melakukan penjajakan kemungkinan harmonisasi standar kurikulum untuk instruktur pendidikan dan pelatihan vokasi, uji kompetensi, dan sertifikasi profesi.

Untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di negara-negara anggotanya, ASEAN memiliki 31 proyek, di mana 6 proyek sudah selesai dilaksanakan, 5 proyek sedang berjalan, dan 20 proyek masih dalam tahap perencanaan.

SLOM ke-18 dihadiri oleh pejabat tingkat senior bidang ketenagakerjaan ASEAN yang berasal dari negara Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam⁷ Vietnam..*pr/fen

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here