Home Uncategorized Jumlah Pengangguran di Jabar Meningkat Dibutuhkan Dana Ratusan Triliun Rupiah Untuk...

Jumlah Pengangguran di Jabar Meningkat Dibutuhkan Dana Ratusan Triliun Rupiah Untuk Mengatasi

18
0
Kadisnakertrans Jabar. Ir. Rachmat Taufik Garsadi. M.Si
Bandung-harianumumsinarpagi.com     

  Jumlah pengangguran di Provinsi Jawa Barat satu tahun terakhir ini meningkat setelah wabah Pandemi Covyd 19, Berbagai  upaya dan kebijakan diambil   Pemerintah Provinsi Jawa Barat  ( Pemprov) untuk menggatasi termasuk melakukan kerjasama denggan Pergurruan Tinggi  salahsatunya  dengan Universitas Padjadjaran ( UNPAD) untuk mencetak Wira Usaha Baru

      Kepala Dinas  Tenaga Kerja dan   Transsmigrasi (Kadis Nakertrans) Jawa Barat  Ir R aachmat Taufik Garsadi M Si untuk memgatasi   pengangguran   ; di Provinsi Jawa Barat  dibutuhkan dana Ratusan Triliun  rupiah.

     Demikian  diungkapkan Kadisnakertrans  Jabar Taufik Garsadi ketika berbincang bincang dengan belasan Wartawam  Ibukota yang tergabung dalam Fowaarker ( Forum Wartawan Ketenagakerjaan )  di kantornya Kamis (8/4)
       Pada acara  Press Tour  ini Fowarker mengunjungi BLK PMI ,BLK  Mandiri Kantor UPTD  Wisnaker Wilayah IV,  BLK Bandung  Kantor UPTD II Wasmaler  do  Kabupaten Karawan  dan BLK Kompentensi di Kotamdadya Bekasi .
         Semua  kantor  yang mengurusi masalah Ketenagakerjaan  yang dikunjungi  wartawan ini mendapat keterangan dari pejabat  setempat   mereka  kekurangan dana untuk menjalankan  program  terutama  untuk mengurangi  amgla [emgamgguram .
         Kantor  pmerintah  dibawah  Dinas Kettenagakerjaan Jawa Barat   ini  pada  intinya  mengharapkan bantuan dana darri Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) atai dari Pemerintatah Pusat.
       BLK  Mandiri
                     Sebelumnya diperoleh keterangan  Balai Latihan Kerja Mandiri    milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), konsisten melakukan pelatihan kerja secara maksimal bagi masyarakat Jawa Barat (Jabar) lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), mengingat masih tingginya jumlah pengangguran, khususnya warga yang berpendidikan rendah.
“      Kami telah memberikan pelatihan kerja bagi warga berpendidikan rendah agar bisa membuka usaha dan mandiri,” kata Rina Puspita Nurhayati selaku Kepala BLKM Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar kepada rombongan Forum Wartawan Ketenagakerjaan (Forwaker) di Bandung, Jabar, Rabu (7/4/21).
Menurut Rina, untuk Jabar, pelatihan kerja sangat dibutuhkan mengingat jumlah pangangguran pendidikan SD-SMP dengan persentasi 47,48 % atau sebanyak 1,2 juta orang.
Pelatihan kerja tersebut kata Rina, salah satu jawaban mengatasi pengangguran di Jabar. Kendati belum seberapa jika dibandingkan kuota 2021 sebanyak 360 orang, dalam 12 angkatan dan per 1 angkatan diikuti sebanyak 30 orang.
“Hingga 2020, jumlah alumni pelatihan kerja BLKM sebanyak 5.300 orang dan 20 % di antaranya sudah mampu untuk membuka usaha secara mandiri,” ungkapnya.
Rina menambahkan, BLKM menyelenggarakan kejuruan tata boga, las listrik, tata rias wajah dan hijab, financial life skill, barista, catering, otomotif service sepeda motor ringan, bakery, start-up, serta teknik cukur dasar.
“BLKM tidak sekedar menggelar pelatihan kerja, melainkan di lapangan menggandeng partner, seperti Unpad, shopee, gofood, bank bjb, sekoper cinta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekolah cukur, serta USAID,” ujar Rina.
BLM tidak hanya menggelar in house training. Tetapi “menjemput bola” bagi warga di desa-desa dalam kategori tertinggal, sehingga memudahkan warga dan tidak perlu datang ke Kota Bandung.
“Jemput bola sangat membantu warga di desa tertinggal mendapatkan pelatihan kerja. Kami datang dengan Mobile Training Unit (MTU) lengkap dengan peralatan dan perlengkapan pendukung, serta para instruktur,” kata Rina.
     Sementara itu, Kepala UPTD Wilayah IV Jabar Asep Cucu  mengeluhkan umlah tenaga pengawas di wilayah IV .  Sebab saat ini pihaknya  hanya memiliki tenaga pengawas sebanyak 42 orang dengan jumlah perusahaan per 31 Maret 2021, sebanyak 13.132 perusahaan. “Tentu saja, itu belum seimbang , ujar Asep Cucu. * effendi siahaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here