Home Uncategorized Ngeri!!! Fasilitas Jalan Umum Warga Perum 3 Diserobot SMAN 18 Kota Bekasi

Ngeri!!! Fasilitas Jalan Umum Warga Perum 3 Diserobot SMAN 18 Kota Bekasi

687
0
Pembuatan pondasi sekolah SMAN 18 Kota Bekasi, yang menutup akses Jalan Warga. (foto/samuel)

Kota Bekasi, harianumumsinarpagi.com–  warga Arenjaya berbondong-bondong memasang spanduk penolakan di wilayahnya. Aksi ini dipicu kekesalan warga lantaran lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) jalan umum masyarakat setempat berupa jalan lingkungan yang biasa mereka gunakan untuk beraktifitas sehari-harinya diserobot oleh pihak SMAN 18 Kota Bekasi untuk di jadikan lahan parkir,Minggu (19/08/2018)

Padahal, pembangunan dari awal gedung SMAN 18 tersebut terbilang sedang berjalan dan keberadaan fasilitas jalan umum perumnas 3 sudah ada sejak belasan tahun silam. Namun, dalam waktu sehari saja jalan umum tersebut sudah di serobot oleh pihak sekolah dengan memasang pondasi awal untuk proses pengecoran.

Tidak hanya memasang spanduk penolakan, warga juga mencoba menghentikan pembangunan tersebut. Meski aksinya sempat dilerai oleh pihak RT dan RW, warga tetap marah dan memandang pihak RT serta RW tidak berpihak pada kepentingan warga.

“Ini yang dilakukan oleh pihak sekolah sangat tidak manusiawi, bagaimana nanti kalau ada ambulans atau mobil pemadam jadi tidak bisa masuk,” kesal Chandra, salah satu warga Arenjaya.

Warga sangat menyesalkan karena kebijakan diambil hanya melibatkan Lurah, RT, RW saja tanpa ada campur tangan masyarakat langsung.

Akibat pembangunan tersebut, warga hanya mendapatkan akses jalan 1,5 meter saja. Selain itu, lebar jalan yang tak lebih dari 150cm itu sangat mepet dengan saluran pembuangan air atau got.

“Kami harap nantinya warga diajak berunding karena keputusan mengurangi luas jalan sangat tidak adil dan warga juga sangat dirugikan. Pihak sekolah tidak seenaknya melakukan pembangunan di atas lahan fasos-fasum milik masyarakat,” terang Chandra.

sementara itu samuel Ben selaku pemuda RW 06 dan alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Purwokerto mengatakan dimana letak pancasila Ayad ke-5 apabila akses jalan mereka saja direbut dan diambil oleh pihak sekolah, tandasnya

dan saya sangat menyanyangkan pihak sekolah yang mengambil sesuatu keputusan hanya segelintir oknum yang tidak langsung melibatkan warga setempat yang ada di sekitar lingkungan sekolah dan tidak melibat pernah melibatkan tokoh-tokoh pemuda setempat yang berada di sekitar sekolah.*sam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here