Sekretaris Jenderal (Sekjen) OPSI (Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia,Timboel Siregar.foto istimwa
Jakarta-harianumumsinarpagi.com Pelatihan untuk 50 ribu Buruh/Pekerja korban PHK ( Pemutusan Hubungan Kerja) terkesan menghabiskan anggaran.
Mengapa ada lagi pelatihan Vokasi bagi Buruh/Pekerja ter-PHK, bukankah sdh ada pelatihan di program JKP bagi pekerja yg terPHK?,ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) OPSI (Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia,Timboel Siregar kepada harianumumumsinarpagi.com,Jumat (23/10/2026) .
Menurut Pemerhati masalah Ketenagakerjaan Indonesia ini program ini tumpang tindih dan ada dugaan “duplikasi anggaran, anggaran keluar lagi,” jelas Timboel Siregar seraya menghimbau Aparat penegak huku menelisik anggaran untuk pelatihan 50 ribu Buruh/Pekerja korban PHK.tegasnya.
” Seharusnya dilakukan adalah penguatan pelatihan di program JKP dgn memperbanyak pekerja yg menjadi peserta JKP termasuk pekerja ter-PHK krn PKWT jatuh tempo .
DIsamping itu Timboel Siregar agar program Pelatihata ditingkatkan kualitasnya dan tidak monoton dari dulu sampai saat ini gitu gitu saja.katanya.*fen
