Home Ekonomi Di Kota Batam Marak Beredar Rokok Diduga Tanpa Pita Cukai

Di Kota Batam Marak Beredar Rokok Diduga Tanpa Pita Cukai

103
0

Batam-harianumumsinarpagi.com            Kota   Batam yang di kenal kota Bandar Dunia Madani kota yang Indah dan bersih dan juga ramah lingkungan, kini di hebohkan oleh kalangan masyarakat  kota Batam dengan maraknya rokok diduga ilegal karena tanpa pita cukai beredar di grosir grosir,dan  warung .Bahkan di kios – kios kecil yang ada di kaki lima.

Hasil investigasi team awak media harianumumsinarpagi.com rokok ilegal tanpa pita cukai ini lebih mudah dan gampang untuk membelinya di grosir – grosir, di indomaret, alfamart dan bahkan di kios – kios kaki lima, adapun rokok ilegal tanpa pita cukai beredar di kalangan masyarakat yaitu rokok Rexo, rokok Hmind, rokok Manchester, rokok HD, selain gampang di beli dan harga nya sangat murah dari harga rokok yang sudah terdaftar di Pemerintah pusat yang sudah membayar pajak ke Negara Republik Indonesia.
Awak media ini juga sudah mengantongi nama pemilik nya yang ber inisial ” N ” yang juga memiliki salah satu tempat usaha hiburan malam di nagoya kota batam, ketika di konfirmasi awak media via sms what app ke nomor ponselnya terkait kepemilikan pembuatan rokok ilegal tanpa pita cukai tidak membalas nya dan sampai berita ini di terbitkan.
Diselang waktu awak media juga mengkonfirmasi terkait marak nya peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai via sms what app ke nomor pribadi Kepala Kanwil Bea Cukai Kepulauan Riau Akhmad Rofiq hasilnya juga nihil
Dengan tidak ada nya jawaban dari orang nomor satu di kakanwil bea cukai Kepri ada indikasi bahwa bea cukai kepri dan Batam terkesan ” tutup mata “dengan maraknya peredaran rokok diduga  ilegal tanpa pita cukai di Kepri dan kota batam.
Team Awak media juga menginvestigasi peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai bukan hanya di batam saja beredarnya bahkan sudah di seluruh kepulauan riau yaitu Tanjung Pinang, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Bintan, Kabupaten Anambas.Kota Kijang, Tarempa, Belakang Padang.
Peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai tersebut juga sudah sampai ke luar kota seperti provinsi Pekan baru dan bahkan sudah sampai ke Provinsi Sumatera Utara dan sekitarnya.
Lebih mirisnya lagi rokok ilegal tanpa pita cukai bisa lolos keluar dari batam lewat dari segala pelabuhan yang ada di kota batam ini pelabuhan resmi batu ampar kapal kelud dan pelabuhan roro telaga punggur, pelabuhan rakyat di kampung tua punggur, pelabuhan rakyat di tanjung riau dan juga pelabuhan gelap dari pulau pulau kecil yaitu di barelang.
Terkait pembuatan rokok ilegal beredar  tanpa ada pita cukai nya bisa di kenakan pasal 55 huruf a dan b Undang – Undang no.39 tahun 2007 yang sebagaimana dimaksud adalah ” Bila Membuat, Membeli, Mempergunakan, Menjual atau Menjual atau Menyimpan rokok dengan pita cukai palsu, Ancaman Pidana Penjara 1 sampai 8 tahun dan Denda 10 sampai 20 kali nilai Cukai. “
Pada pasal 54 Undang – Undang no.39 tahun 2007 tentang cukai Menyebutkan, Menawarkan atau Menjual rokok polos atau rokok tanpa cukai Terancam Pidana Penjara 1 sampai 5 tahun dan /atau Pidana Denda 2 sampai 10 kali nilai cukai yang harus di bayar.
Dengan maraknya rokok ilegal tanpa pita cukai telah Merugikan Negara Milyaran rupiah per bulan nya karena tidak membayar pajak ke Negara, Selain itu juga dapat Mempercepat kematian bagi masyarakat indonesi yang mengkonsumsi rokok ilegal tersebut dan juga merusak generasi Anak Bangsa.
Dihimbau kepada kalangan masyarakat agar jangan membeli dan mengkonsumsi atau menjual rokok ilegal tanpa pita cukai yang marak sekarang ini di provinsi kepulauan riau dan kota batam karena sudah jelas ada undang – undang yang berlaku di Indinesia yang kita cintai ini, Marilah kita sama sama memberantas peredaran rokok ilegal yang kian marak di kepri dan kota batam ini.
Bea Cukai Batam terus melakukan pengawasan secara berkesinambungan atas BKC ilegal.
.
Sementara Humas Bea Cukai Batam  menjelaskan Pengawasan tersebut dilakukan melalui 2 pendekatan. Pendekatan pertama pengawasan secara preventif terdiri dari 3 bidang yaitu unit pelayanan, unit kehumasan dan unit kepatuhan internal.
.
Pada unit pelayanan dilakukan mitigasi risiko, penyempurnaan ketentuan d bidang cukai dan profilling pengguna jasa
.
Pada unit kehumasan dilakukan sosialisasi ketentuan dan peraturan, peningkatan detergent effect melalui publikasi penindakan dan edukasi bahaya BKC ilegal.
.
Pada unit kepatuhan internal dilakukan monitoring dan evaluasi tentang pelayanan dan pengawasan BKC.
.
Pengawasan secara Represif dilakukan dengan berbagai kegiatan, antara lain pengumpulan informasi dan analisis; tindak lanjut penindakan; koordinasi internal dan eksternal; audit di bidang cukai serta patroli dan operasi baik yang sifatnya mandiri maupun operasi bersama
*romy sianipar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here