Home Nasional 2021, Kemnaker Mulai Membangun BLK di 5 Provinsi

2021, Kemnaker Mulai Membangun BLK di 5 Provinsi

76
0

Medan-Harianumumsinarpagi.com,

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka  lima Balai Besar Latihan Kerja (BBLK) di lima provinsi pada tahun 2021. Secara keseluruhan hingga tahun 2024, pemerintah merencanakan setiap provinsi akan memiliki satu  BBLK Pusat.

“Menaker telah melaporkan hal ini pada Presiden, dan Presiden telah menyetujui,” kata Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker, Budi Hartawan, pada acara pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) kejuruan Pariwisata jenis Pelatihan Barista, di BBPLK Medan, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (11/11).

Seperti diketahui, saat ini ada 21 BLK besar, sisanya ada 18 BLK Masih ada 15 Propinsi lagi yang belum memiliki BLK. “Alhamdulillah dengan adanya kerja sama industri dengan pemerintah, tidak akan ketinggalan pada pelatihan-pelatihan di BLK,” ujar Dirjen  Binalattas.

Pada kesempatan itu Dirjen mengapresiasi Kepala BBPLK Medan Ali Muhammad dalam usahanya meningkatkan mutu, serta kualitas pelatihan, sehingga BBPLK Medan mendapat mendapatkan ISOO 9001 2015.

“Saya senang bisa hadir di sini, mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Kejuruan Pariwisata Jenis Pelatihan Barista dan Pelatihan Barista, yang dipadukan dengan beberapa acara lainnya,” tuturnya.

Acara lainnya, yakni Pembukaan Diklat dasar metodologi Instruktur, Pelatihan Penggulangan Pandemi Covid 19. Pada kesempatan itu diteken Nota Kesepakatan atau MoU kerja sama dengan  industri, serta penyerahan sertifikat ISOO 9001 2015, serta penyerahan hasil pelatihan tanggap Covid-19 kepada masyarakat.

Dirjen menyebutkan, melihat data2 yang ada, sebelum Pandemi Covid-19, tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2020 sekitar 4,99 persen atau 6,9 juta orang. Menurutnya, dibandingkan dengan negara maju sudah full employment, pengangguran di bawah 5 persen.

“Tapi, pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia berdampak pada perekonomian dan bidang ketenagakerjaan,” ujarnya. Dikemukakannya, di triwula kedua, Indonesia pada 5,35 persen, berdampak pada seluruh Industri yang ada. Indonesia, ujarnya, sangat optimis Triwulan ke-3, mulai sedikit berkurang menjadi sekitar 3 persen. Diharapkan di triwulan ke-4, Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Pada saat Pandemi ini, sektor2 yang paling berdampak adalah sektor pariwisata, termasuk industri perhotelan. Karenanya,  pelatihan-pelatihan yang berada di BBPLK Medan, terkait dengan kepariwisataan disiapkan, untuk waktu pandemi berakhir.

“Paling tidak kita sudah bisa mengisi lowongan atau syarat-syarat jabatan yang diminta oleh industri pariwisata,” ujarnya. *Effendi Siahaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here