Home Nasional Kalau Bisa Dipersulit, Kenapa Harus Dipermudah?      

Kalau Bisa Dipersulit, Kenapa Harus Dipermudah?      

203
0
Situasi di RSUD Kota Bekasi. Foto: SP/fen

           

Bekasi-harianumumsinarpagi.com,

Ungkapan ‘kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah’ sudah menjadi momok bagi seluruh pemilik kartu BPJS Kesehatan. Betapa tidak, birokrasi yang harus dilalui untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dari kartu ini sangatlah berbelit-belit.

Padahal, semua orang diwajibkan untuk memiliki kartu BPJS Kesehatan oleh negara dengan alasan agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara lebih baik dan merata. Pemilik BPJS Kesehatan pun harus membayar secara rutin setiap bulan, meski ada pula yang digratiskan jika tergolong keluarga kurang mampu.­

Salah satu kejadian tidak menyenangkan dialami pasien peserta BPJS Kesehatan saat melakukan kontrol rutin di RSUD Kota Bekasi, pada Selasa (21/7). Wanita setengah baya penderita stroke ini terpaksa pulang dengan tangan kosong dari bagian Farmasi, hanya karena melakukan kontrol satu hari lebih cepat dari tanggal seharusnya.

Wanita yang duduk di kursi roda dengan didorong oleh suaminya ini padahal sudah selesai melakukan kontrol ke bagian dokter saraf dan mendapatkan resep obat untuk ditebus. Namun, petugas Farmasi RSUD Kota Bekasi yang mengaku bernama Selly tetap menyuruhnya untuk mengambil obat keesokan hari dengan alasan itu adalah peraturan dari BPJS.

“Bapak besok saja datang ke sini lagi untuk mengambil obat. Tidak bisa hari ini, karena ini adalah peraturan dari BPJS!” ucap Selly dengan suara lantang kepada suami dari ibu tersebut. Ia juga mengatakan kalau obat bisa diantar ke rumah secara gratis dengan fasilitas layanan antar yang ada di RSUD Bekasi asalkan pasien sudah mendaftarkan diri secara online.

Pasien lainnya pun mengatakan kalau mereka lebih rela menunggu untuk mendapatkan obat supaya tidak bolak-balik, daripada harus mendaftar layanan antar gratis secara online karena tidak tahu caranya. Pasalnya, banyak di antara pasien yang menunggu adalah kaum lanjut usia yang cenderung gagap menggunakan teknologi.

Ya! Sosialiasi fasilitas layanan antar dari RSUD Kota Bekasi ini memang tidak tersalurkan dengan baik. Hanya ada satu banner dengan tinggi sekitar 1 meter dan lebar 45 cm berisi informasi fasilitas layanan antar yang diletakkan di depan bagian farmasi.

Pasien BPJS pun berharap agar birokrasi untuk pelayanan kesehatan bisa lebih simpel, efisien, dan fleksibel. Jangan sampai pasien dengan penyakit kronis yang perlu kontrol rutin setiap bulannya kesulitan mendapatkan obat hanya karena datang satu atau dua hari sebelum tanggal yang ditentukan.

“Saya ke sini diantarkan oleh anak saya dan dia memang bisa izin dari kantor hanya hari ini. Kalau ternyata obat saya tidak bisa diberikan dan ia harus bolak-balik untuk mengambilnya, tentu sangat merepotkan. Apalagi, saat ini juga sedang ada corona, mengerikan rasanya harus bolak-balik ke rumah sakit jika tidak terpaksa,” ungkap pasien lainnya yang juga sedang menunggu obat.

Hal ini pun diharapkan bisa menjadi tamparan bagi BPJS Kesehatan, agar dapat memberikan kebijakan yang berpegang pada kebutuhan pasien. Jangan sampai orang yang sedang sakit menjadi lebih sakit karena sulitnya birokrasi yang harus mereka lalukan saat menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Semoga! *fen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here