Home Nasional Pengurukan Danau Toba Dipertanyakan Masyarakat Balige

Pengurukan Danau Toba Dipertanyakan Masyarakat Balige

283
0
Pengurukan pinggiran Danau Toba di Lumban Silintong Balige dipertanyakan warga karena diduga tidak dilengkapi izin. Foto: SP/Maruli

Balige-harianumumsinarpagi.com,

Danau-danau dipinggir Danau Toba
Lahan milik negara di Kawasan wisata Lumban Silintong, Kota Balige, Kab.Toba Sumatera Utara rusak lantaran diuruk secara semena-mena diduga belum memiliki izin dari pihak berwenang.

Pengurus LSM-Toba Melawan (TM) asal Kota Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, Frits Uliando Simanjuntak mengatakan, danau-danau yang dahulunya mirip kubangan air, ditumbuhi enceng gondok itu adalah lahan milik negara.

“Kini telah rata dengan tanah sebagaimana tampak dalam foto setelah diuruk” ungkap Frits Simanjuntak.

Menurutnya, persoalan adanya pengurukan tersebut, telah beredar foto-fotonya. Bahkan sempat viral di media sosial lantaran ada spanduk Bupati dan wakil Bupati.

Saat dikonfirmasi SP melalui pesan Whatsapp, (2/6), Kepala Dinas Pariwisata Kab.Toba, R.Sirait, belum bisa menjawab masalah ini lantaran baru pemulihan dari sakit usai menjalani operasi.

Sekda Kab.Toba Murphi Sitorus yang disinggung soal ini malah menanyakan balik.

“Kalau diamati keadaan di lapangan, mereka merusak atau memperbaiki Pak?
Saya pikir PemkabToba mendukung pihak yang berkenan untuk memperbaiki/menata pinggiran Danau Toba,” tandasnya.

Pernyataan Murphi, agaknya sesuai rencana pemerintah dimana Danau Toba merupakan salah satu destinasi wisata

“Pemerintah sedang menginventarisir berbagai permasalahan di sekitar Danau Toba. Pemerintah pun akan bertindak tegas kepada perusahaan yang merusak lingkungan, Akan tetapi faktanya sebaliknya pengurukan yang merusak lingkungan itu dibiarkan Pemda Toba Sumatera Utara. *Maruli Siahaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here