Home Nasional May Day 2020 dan Imbas Covid-19, Jutaan Buruh Di PHK

May Day 2020 dan Imbas Covid-19, Jutaan Buruh Di PHK

322
0

 

Robert CH. Sitorus, SH, Penggiat Hukum Ketenagakerjaan. Foto: SP/Istimewa

Oleh: Robert CH. Sitorus, SH
Penggiat Hukum Ketenagakerjaan

Sudah hampir dua bulan ini sejak awal Maret 2020 hingga 1 Mei 2020 bertepatan hari Buruh (May Day ) Pemerintah Indonesia menghimbau kepada masyarakat termasuk kepada Buruh/Pekerja agar tetap dirumah ( stay at home). Bahkan dunia usaha mulai dari UKM sampai perusahaan besar sementara minta tutup Disatu sisi hanya delapan perusahaan yang di izinkan beroperasi. Itupun yang terkait dengan kebutuhan masyarakat dan kesehatan.

Seperti diketahui, selama ini biasanya Hari Buruh 1 Mei (May Day )
Hari buruh ini adalah sebuah hari libur (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh. Namun tidak demikian perayaan May Day saat ini yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2020 ini dibuat tidak berdaya bahkan bukan hanya Indonesia tidak bisa merayakan hari buruh. Duniapun yang biasanya merayakan hari buruh ini dibuat bungkam oleh virus Covid 19

Khususnya Indonesia yang saat ini sedang dilanda musibah penyakit yang mematikan yakni Covid 19 Virus Corona.
Imbas dari Covid 19 ini pelaku dunia usaha industri yang ada saat ini telah melakukan skema merumahkan sebagian karyawan/ buruhnya. Bahkan ada yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap buruhnya. Dikarenakan usaha sepi tidak ber jalan. Order sepi. Itulah alasan perusahaan melakukan PHK dan lain sebagainya.

Hingga saat ini, menurut data dari Serikat Pekerja hampir dua juta lebih buruh terimbas dari virus Covid 19 ini. Saat ini, perekonomian kita lesu dan daya beli masyarakat lemah akibat dari Covid 19 ini. Semua usaha serba dilarang oleh pemerintah. Seperti sektor informal dan formal. Hanya ada delapan jumlah perusahan yang bisa beroperasi itupun harus usaha terkait dengan kebutuhan masyarakat. Usaha kaki lima seperti berdagang disuruh untuk tutup oleh pemerintah.

Pemerintah saat ini membuat himbauan kepada masyarakat yakni melalui PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar) berupa, Physical Distencing, Jaga Jarak, Ibadah didalam rumah, Tidak boleh buat pesta, Pakai Masker, Cuci Tangan, dan tidak boleh bergerombol, Tidak boleh mudik dan sebagainya.

Hari buruh atau May Day 1 Mei 2020 Biasanya 1 Mei berbahai kegiatan dilakukan buruh di seluruh dunia .Tapi saat ini tampak hari yang tidak bergairah bagi kalangan buruh. Semuanya serba didalam rumah Benar benar Tahun ini May Day tidak lagi bergema di seluruh Indonesia, bahkan di belahan dunia Semua dibuat tidak berdaya oleh virus Covid 19 ini.

Pemerintah dengan segala upaya saat ini sedang membuat skema untuk mengatasi permasalahan yang saat ini memang mencekam dunia. Tak tanggung tanggung bantuan anggaran keuangan pun dari pemerintah pusat bukan main besarnya hingga r puluhan triliunan dana ini disalurkan untuk membantu masyarakat yang berdampak Covid 19 ini. Sedang kalangan buruh /pekerja yang terPHK ada program kartu pra kerja untuk mendapat bantuan dari pemerintah, baik itu berupa sembako maupun dana bantuan langsung tunai ( BLT).

Pertanyaannya? Sampaikah bantuan tersebut diterima oleh masyarakat yang terimbas akibat Covid 19 ini? Padahal datanya mungkin sudah ada baik itu di pemerintah Propinsi, Kabupaten/Kota, desa, RT dan RW. *rcs/fen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here