Home Nasional HIMSATAKI Biayai Pemulangan 101 CPMI ke Daerah Asal Terdampak Covid 19

HIMSATAKI Biayai Pemulangan 101 CPMI ke Daerah Asal Terdampak Covid 19

195
0
Menaker didampingi Teguh Riyanto, Direktur Utama (Dirut) PT Sentosa Karya Adiyama melepas ratusan CPMI ke darah asal. Foto: Ist/nakeronline

Jakarta-harianumumsinarpagi.com,

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah secara simbolis melepas kepulangan 101 Calon Pekerja Migran (CPMI) ke darah asal. Setelah gagal bekerja ke luar negeri menyusul adanya pandemi Covid-19. Pemulangan 101 CPMI total 433 CPMI yang gagal berangkat tersebut sebagai bentuk respon cepat/tindak lanjut Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) atas permintaan CPMI melalui vdeo agar segera dipulangkan ke kampung halaman. Pemulangan dilakukan Menteri Ketenagakerjaan di halaman kantor PT Sentosa, Bekasi, Jawa Barat.

“Pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk melindungi seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan melakukan penghentian sementara penempatan PMI, ” kata Menaker Ida Fauziyah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sebuah Perusahaan Pelaksana Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), PT SKA di kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (17/4).

Sementara itu Direktur Utama PT Sentosa karya Aditama Teguh Riyanto ketika  dihubungi wartawan ,Jumat petang mengapresiasi langkah Menaker yang memulangkan CPMI ke daerahnya masing-masing. Menurut Teguh dengan pemulangan itu maka CPMI bisa berkumpul dengan keluarganya hingga pemerintah membuka kembali penempatan PMI ke luar negeri setelah kondisinya sudah memungkinkan.

Teguh menyampaikan terimakasih pada Ketua Umum organisasi Himpunan Pengusaha Tenaga Kerja Indonesia (HIMSATAKI) Tegap Harjadmo yang telah menfasilitasi pemulangan CPMI itu dengan pemerintah. Disebutkannya, CPMI telah difasilitasi hingga pemulangannya gratis dan diberikan uang saku sebesar Rp 300 ribu per orang dan menggunakan bus ber AC dengan tempat duduk sesuai protokol jaga jarak sedang CPMI asal Nusa Tenggara Barat dipulangkan menggunakan pesawat terbang.

CPMI yang dipulangkan menggunakan bus carteran ke daerah tujuan Jawa Barat dan Lampung. Teguh berharap setelah kondisi memungkinkan,Kemnaker membuka kembali penempatan PMI ke luar negeri.Dengan begitu CPMI yang telah memiliki visa kerja dan telah mengikuti PAP dapat diberangkatkan oleh P3MI ke negara penempatan.

Menurut Teguh,beberapa negara di Asia Pasifik siap menerima CPMI dengan mengikuti protokol WHO yaitu di karantina selama 14 hari begitu tiba di negara penempatan.

Dihubungi terpisah Ketua Umum Himsataki, Tegap Harjadmo, juga menyampaikan apresiasi pada Menteri Ketenagakerjaan yang begitu cepat menangani pemulangan CPMI yang terdampak Covid-19,termasuk pembiyaannya. Himsataki sendiri menfasilitasi P3MI dengan pemerintah agar ada solusi terbaik bagi CPMI dan P3MI.

Tegap juga berharap pemerintah segera membuka kembali penempatan ke luar negeri begitu kondisi di dalam dan di negara penempatan telah bebas dari virus Corona.

SKEMA ASURANSI
Dengan kasus wabah virus yang berdamapak pada CPMI dan P3MI Himsataki mengusulkan program perlindungan tambahan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia berupa skema asuransi untuk melengkapi Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indonesia yang saat ini tidak mengcover risiko akibat terjadinya bencana nasional saat ini. Saat ini, kebijakan perlindungan PMI ditetapkan melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 7 tahun 2017. *pr/fen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here