Home Nasional OKI Sepakat Atas Dua Usul Indonesia

OKI Sepakat Atas Dua Usul Indonesia

418
0
Ilustrasi

Jeddah, harianumumsinarpagi.com- Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyepakati dua usulan Indonesia mengenai isu ketenagakerjaan. Kedua usulan yang disampaikan Indonesia itu, adalah adanya kerja sama saling pengakuan peningkatan keterampilan pekerja (Agreement on Mutual Recognition Arrangement of Skilled Workforce) dan rekomendasi kesepakatan bilateral pertukaran tenaga kerja (Recommended Bilateral Agreement on Exchange of Manpower).

KEDUA dokumen tersebut, telah disepakati pada pertemuan pejabat senior Kementerian Ketenagakerjaan anggota OKI yang diselenggarakan di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (21/2) Hasil kesepakatan akan ditandatangani para Menteri Ketenagakerjaan anggota OKI pada konferensi tingkat Menteri Ketenagakerjaan di Jeddah, Kamis (22/2) waktu setempat, termasuk oleh Menaker RI M Hanif Dhakiri.

“Penerimaan dua usulan tersebut, menjadi salah satu keberhasilan Indonesia sebagai ketua forum pertemuan Menteri Ketenagakerjaan anggota OKI dalam meningkatkan perbaikan isu ketenagakerjaan global, khususnya di negara anggota OKI,” kata Dirjen Binapenta Kemnaker Maruli Tambunan saat Konferensi Tingkat Menteri Tenga Kerja OKI di Jeddah, Kamis (22/2)

Konferensi Tingkat Menteri Tenaga Kerja OKI diselenggarakan tiap dua tahun sekali. Konferensi di Jeddah merupakan pertemuan keempat dengan tajuk “Developing a Common Strategy for Manpower Development” OKI beranggotakan 57 negara.

Menaker RI Hanif Dhakiri menjadi Ketua Forum Tingkat Menteri Ketenagakerjaan anggota OKI periode 2015-2017. Selanjutnya, Ketua Forum Tingkat Menteri Ketenagakerjaan anggota OKI dipegang Menteri Ketenagakerjaan Arab Saudi Ali Bin Nasser Al Ghufaes. Pergantain tersebut, akan disahkan pada Forum OKI di Jeddah.

Maruli Tambunan engatakan, manfaat diterimanya kedua dokumen itu menunjukkan adanya pengakuan kualifikasi kompetensi pekerja terampil Indonesia di antara negara-negara anggota OKI. Dalam konteks penempatan pekerja migran, dokumen tersebut meningkatkan posisi tawar Indonesia serta perlindungannya bagi di seluruh negara anggota OKI dengan mengedepankan prinsip kerja yang layak (decent work).

Pada pertemuan itu, Hanif mengajak Menteri Ketenagakerjaan anggota OKI untuk mengantisipasi kondisi global ketenagakerjaan, khususnya dampak ketenagakerjaan di era ekonomi digital.

Dia menyampaikan ajakan itu karena dalam perkembangan teknologi digital telah melahirkan banyak jenis pekerjaan baru dan banyak jenis pekerjaan yang hilang sebagai dampak digitalisasi dan otomatisasi teknologi.

“Jadi sudah saatnya Menteri Ketenagakerjaan OKI memberi perhatian serius pada kondisi global ketenagakerjaan saat ini. Adanya kebutuhan keterampilan baru serta peralihan jenis pekerjaan (job shifting) sebagai dampak dari digitalisasi dan e-commerce,” kata Menteri Hanif sambil menambahkan Indonesia telah mengantisipasi hal tersebut, dengan menggalakkan pelatihan vokasi dan pemagangan, baik kepada angkatan kerja baru maupun kepada pekerja yang terkena pemutusan kerja* fen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here