Karawang, harianumumsinarpagi.com – Pengadaan barang berupa sound system yang nilai anggarannya mencapai Rp2 Miliar menuai polemik di publik setelah pemberitaannya muncul.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Okih Hermawan mengatakan, pengadaan barang ini sebagai kebutuhan untuk mendukung pentas seni dan kebudayaan skala besar.

“Pengadaan ini atas dasar kebutuhan bukan atas dasar keinginan, karena ada indikator kinerja utama pagelaran seni baik yang berskala lokal, regional, nasional dan internasional,” katanya, Selasa (28/11).

Dikatakan Okih, hal tersebut yang mendasari pihaknya mengajukan program pengadaan barang berupa sound system di APBD murni 2017.

“Masa membuat acara besar tak didukung dengan fasilitas yang tidak memadai,” katanya.
Ia juga mengatakan saat ini pengadaan sound sistem baru di tahap pengumuman pemenang lelang, jadi belum indikasi barang sesuai permintaan atau tidak, karena memang belum selesai. Namun ia mengatakan setelah sound system ada akan melakukan uji publik dengan membuat pagelaran seni dan kebudayaan pada akhir tahun.
“Nanti biarakan publik yang menilai kualitas sound dengan harga yang seperti ini,” kata Okih.

Perihal rekanan pemenang lelang, dikatakan Okih, hal tersebut merupakan ranah Tim pokja LPSE Kabupaten Karawang yang dikatakannya telah ditentukan oleh pokja LPSE syarat dan prosedur yang harus dilalui oleh pemenang lelang.

“Kalau soal pemenang sampai saat ini kita belum ketemu. Dan soal teknisnya tim di LPSE kewenangannya, kita serahkan semuanya,” ujarnya.

Saat ini untuk mempersiapkan sound system dengan harga fantastis tersebut, pihaknya telah menyiapkan gudang yang dibangun di belakang kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
“PUPR telah membuatkan gudangnya di pinggir kantor,” pungkasnya.*samuel Ben

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here