Jakarta, harianumumsinarpagi.com- Sebanyak 32 pemuda Indonesia akan bertolak ke negeri Sakura Jepang untuk mengikuti program magang, Mereka diberangkatkan sebuah perusahaan swasta. Rencana keberangkatan ke 32 pemuda ini dilepas Menaker Senin malam. Bahkan orang nomor satu di Kemnaker itu memberikan sambutan dan berpesan pada mereka Senin (30/10).

Menaker mengatakan, sebagai duta bangsa, 32 pemuda diminta agar menjaga nama baik diri, keluarga dan bangsa selama di Jepang dengan menjaga perilaku sebaik-baiknya. Kedua agar memahami aturan hukum dan aturan lingkungan di Jepang serta mematuhil aturan-aturan itu agar tidak terjebak maupun terlibat dalam masalah.

“Indonesia dengan Jepang berbeda dengan segala aspek budaya hukum dan aturan. Jadi kalian harus patuhi hukum dan pintar-pintar menjaga diri di Jepang, ” kata Menaker Hanif.

Dia berpesan agar menjelang musim dingin bisa menjaga kesehatan. “Persiapkan diri kesehatan karena iklimnya berbeda dengan Indonesia, ” ujarnya.

Menurutnya pemerintah mendukung penuh program pemagangan TITP tiga tahun Panasonic Gobel karena selaras dengan program pemerintah. Pemerintah juga memiliki program pemagangan ke Jepang. Masih ada 20.000 calon pemagang dari Indonesia yang akan masuk dalam berbagai sektor dan industri.

Pemerintah sangat terbuka untuk memberikan pengakuan atas hasil pemagangan tiga tahun di Jepang tersebut. Tapi jauh lebih penting adalah pengakuan dari industri/swasta.
“Ketika industri di Jepang sudah mengakui standar Internasional skill mereka, maka otomatis industri di Indonesia sudah pasti mengikuti memberi pengakuan, ” ujar Menaker seraya berharap peserta magang ke Jepang tersebut nantinya memperoleh pengakuan standar kemampuan secara internasional.

Sementara Ketua Umum Yayasan Matsushita Gobel (YMG) Jusman Syafii Djamal menyatakan pihaknya selalu berusaha meningkatkan kualitas SDM di Indonesia terutama di bidang manufaktur melalui peningkatan kompetisi. YMG akan memberangkatkan 32 pemuda Indonesia untuk menerima program magang TITP dari Panasonic Jepang periode 2017-2020.

“Estimasi yang akan diberangkatkan sebanyak 500 orang selama 5 tahun. Semua biaya pendidikan, pelatihan sebelum berangkat ke Jepang ditanggung oleh YMG, ” kata mantan Menteri Perhubungan tersebut.

Melalui program TITP yang merupakan program pelatihan magang di Jepang selama tiga tahun, 32 peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan tentang kemajuan teknologi industri Jepang, menguasai kompetensi kerja dan bahasa Jepang.

“Serta mengaplikasikan perubahan sikap dan budaya kerja yang lebih profesional di Indonesia. Selain itu, para peserta juga diberikan pelatihan untuk bisa mahir berbahasa Jepang, mengenal budaya dan kehidupan di Jepang, ” kata Jusman.* pr/fen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here