Home Jabodetabek Pemuda Harus Tampil Sebagai Pelopor di Segala Bidang

Pemuda Harus Tampil Sebagai Pelopor di Segala Bidang

432
0

Bekasi, harianumumsinarpagi.com – Sumpah Pemuda dinilai sangat menyegarkan kembali untuk dapat bersatu. Jangan terpecah belah (mundur kebelakang) karena isu agama, etnis, maupun sara. Bahkan kesenjangan ekonomi sosial belum selesai, meskipun harus dihargai pemerintah sedang bekerja.

Pegiat Perubahan Sosial Munawar Fuad mengatakan hal itu di saat ikut menghadiri gladeresik sejumlah Perguruan Pencak Silat tingkat pelajar se-Kota Bekasi dalam menyambut HUT Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Bekasi & Hari Sumpah Pemuda, Sabtu sore (28/10/2017).

“Bagi saya tema ini sangat menarik menggelorakan kembali pemuda untuk tampil sebagai pelopor dalam segala bidang. Selain pemersatu juga dalam merebut kepemimpinan (regenerasi),” ujarnya.

Momentum 28 Oktober 1945 menampilkan pemuda. Pada saat zaman Orde Baru pemuda menjadi objek, bahkan terhegemoni. Terlebih, reformasi sesaat setelah itu ditinggalkan.

Dia menilai, pemuda saat ini tidak kuat dengan godaan-godaan politik. Ada generasi korup, narkoba dan radikal.

“Ini adalah sebuah tantangan,” ujarnya.

Namun dengan adanya generasi ini yang menjadi bonus demografi, pemuda tidak boleh mengemis (meminta-minta) tetapi harus merebut dengan proses kompetisi demokrasi, mengambil peran politik, ekonomi dan mengutamakan kemandirian rakyat dibidang ekonomi.

“Alhamdulillah kita sudah ada kepemimpinan muda di level eksekutif, legislatif dan profesional harus bersama,” ujarnya.

Sebagai tantangan utama, menurut dia, nasionalisme baru perlu dikumandangkan untuk menghadapi zaman ini.

Nasionalisme baru yang dimaksud adalah kembali menyuarakan kebanggaan terhadap tanah, air, kekayaan serta harga diri.

“Masa kita lebih senang dengan exso generation dari luar negeri. Tetapi mana identitas dan harga diri kita,” katanya.

Namun begitu, dirinya mangajak masyarakat bekasi untuk menyatukan kedekatan sejarah dan budaya bahwa kita memiliki identitas dan harga diri.

“Terutama kita ingin menyebut keadilan dan kemakmuran itu harus dirasakan oleh senua pihak, apalagi oleh masyarakat yang selama ini telah lama tinggal dan lahir di bekasi,” papar Sekretaris Majelis Adat Kab/Kota Bekasi ini. *dharma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here