Home Hukum Merasa DIfitnah Ketua DPRD Indramayu Laporkan 7 Akun Facebook ke Polisi

Merasa DIfitnah Ketua DPRD Indramayu Laporkan 7 Akun Facebook ke Polisi

143
0
SHARE
Kuasa Hukum Ketua DPRD H.Mahpudin, SH, MM. Foto: SP/ Kacim

Indramayu – harianumumsinarpagi.com,

Media sosial sering menjadi tempat penyebaran ujaran kebencian, fitnah, dan berita palsu. Dan hal ini bisa menimpa siapapun termasuk salah satunya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Syaefudin. Atas peristiwa ini kuasa hukumnya melaporkan tindakan tersebut ke pihak kepolisian pada Senin (3/8).

Mahpudin, yang ditunjuk sebagai kuasa hukum Syaefudin, menuturkan ada tujuh akun Facebook yang mengunggah konten ujaran kebencian dan fitnah yang menyerang orang nomor satu di Parlemen tersebut pada Kamis (30/07/2020) di grup Facebook Netizen Kota Mangga (NKM).

“Ketujuhnya secara resmi sudah kami laporkan ke pihak berwajib,” ungkap Mahpudin. Dia menjelaskan bahwa fitnah tersebut diduga berkaitan erat dengan konflik yang terjadi pasca Musda X Partai Golkar Indramayu. Sebab unggahan yang dilaporkan itu juga menyinggung Ami Anggraeni, sosok perempuan yang digadang-gadang akan maju menjadi bakal Cawabup dan bergandengan dengan Syaefudin.

Sebab menurutnya, pasca duduk di kursi pimpinan DPD Partai Golkar Indramayu itulah Syaefudin kerap diserang juga di media sosial. Dan kali ini serangannya dengan mengangkat isu ‘Kelapa Gading’, dimana metodenya dengan mengunggah tangkapan layar sebuah judul berita dan diolah digital agar sesuai dengan konten fitnah yang diinginkan.

Berdasarkan penelusuran SINAR PAGI konten-konten yang diunggah tersebut hampir seragam. Dan saat ini konten tersebut sudah tidak ditemukan lagi karena dihapus (delete) Namun menurut keterangan dari beberapa pihak, tangkapan layar dari unggahan tersebut sudah beredar dan membuat pihak Syaefudin melakukan pelaporan ini.

Selain merugikan nama baik kliennya karena melakukan fitnah, ungkap Mahpudin, ketujuh akun Facebook yang dilaporkan yakni berinisial QS, AQ, SK, DK, GWE, RZ, dan SSS diduga juga menyebarkan berita palsu. IP Address dari akun-akun tersebut kini sudah diidentifikasi.

“Kini sedang ditangani Mapolres Indramayu melalui bagian Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) untuk megungkap tindak pidana yang melanggar UU ITE pasal 27 dan 28,” tuturnya. Mahpudin juga meminta agar penyidik Polres Indramayu bisa segera melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. *kacim