Home Pantura Kisruh Golkar Indramayu Berujung Polisi dan Musda Tandingan

Kisruh Golkar Indramayu Berujung Polisi dan Musda Tandingan

190
0
SHARE

Indramayu – harianumumsinarpagi.com,

Bentrok yang terjadi antara dua kubu Partai Golkar Indramayu pada Jumat (24/07/2020) kemarin sore, akhirnya berujung pelaporan. Kuasa hukum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indramayu, Mahpudin, melaporkan adanya perusakan yang diduga dilakukan oleh Daniel Mutaqien Syafiuddin dan Hilal Hilmawan.

Menurut saksi mata dan video yag beredar di media sosial, perusakan itu terjadi akibat terhalangnya salah satu kelompok massa akibat pagar depan yang masih terkunci. Sehingga mereka tidak bisa masuk ke gedung yang terletak di Jalan Olahraga tersebut. Akhirnya Daniel mengambil inisiatif untuk membuka paksa pagar tersebut dengan palu.

Masuknya kelompok massa tersebut kemudian nyaris memicu bentrok dengan kelompok lain yang sudah menunggu di belakang gedung. Meski kedua kubu sempat adu mulut, untungnya bentrok fisik tidak terjadi.

Pihak kepolisian pun datang dan menengahi situasi sore yang cukup menegangkan tersebut. Atas kesepakatan kedua belah pihak, kantor Partai Golkar Indramayu akhirnya diambil alih oleh Polres Indramayu sampai situasi internal sudah membaik.

Menyoal pintu pagar yang rusak, Daniel Mutaqien Syafiuddin, seorang anggota DPR RI yang juga putra mantan Bupati Indramayu dua periode, Irianto MS Syafiuddin, ini menjelaskan bahwa telah terjadi miskomunikasi.

“Kita sudah konfirmasi bahwa kunci pagarnya hilang, jadi saya buka paksa pagarnya. Nanti kita ganti dengan yang baru dan lebih bagus,” ungkap Daniel kepada wartawan.

Mahpudin selaku kuasa hukum DPD Partai Golkar Indramayu menanggapinya lain. Sebab meskipun di video yang beredar hanya gembok pagar depan sebelah barat saja yang dirusak, namun menurutnya pintu gerbang bagian belakang juga dijebol.

“Kami melaporkan ini atas nama hukum. Sebab gedung Partai Golkar Indramayu bukan milik perseorangan. Pihak terlapor telah mempertontonkan perilaku premanisme dan arogansi di muka umum,” papar Mahpudin dalam jumpa persnya setelah melapor pada Sabtu (25/07/2020).

Laporan Mahpudin kemudian diterima oleh pihak kepolisian dengan nomor laporan STBPL/B/294/VII/2020/SPKT I. Hingga berita ini dimuat belum ada tanggapan apapun dari terlapor.

Musda Tandingan

Musyawarah Daerah X yang dihelat pada 16 Juli 2020 kemarin memang dianggap ilegal oleh DPD Provinsi Jawa Barat. Sehingga Plt Ketua DPD Golkar Indramayu menurut SK DPD Provinsi Jawa Barat, Aria Girinaya, akhirnya melaksanakan Rapat Pleno Pengurus dengan agenda besar melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda).

Rapat pleno yang dihelat di Hotel Wiwi Perkasa 2 Indramayu, Sabtu (25/7/2020) ini dihadiri oleh Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Daniel Mutaqien Syafiuddin, Ketua Harian DPD Partai Golkar dan juga Plt. Bupati Indramayu, Taufik Hidayat,serta Pengurus Bidang Organisasi DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hidayat.

Selain pembahasan agenda Musda, rapat pleno itu juga membahas tentang beberapa sanksi yang akan dikenakan terhadap kader partai yang terlibat dan hadir pada Musda 16 Juli lalu.

Lagi, Kuasa Hukum DPD Golkar Indramayu, Mahpudin menjelaskan kalau bakal dilangsungkannya Musda ‘tandingan’ ini menurutnya hanya bentuk inkonsistensi DPD Provinsi Jawa Barat saja.

“Sebaiknya kita tunggu saja hasil kajian dari DPP untuk memutuskan apakah Musda X pada 16 Juli itu sah atau memang ilegal,” pungkas Mahpudin. *Kacim