Home Hukum GMBB Minta Bantuan Presiden Agar Jonathan Sihotang Lolos dari Hukuman Mati

GMBB Minta Bantuan Presiden Agar Jonathan Sihotang Lolos dari Hukuman Mati

215
0
SHARE
Direktur LBH Dewan Pimpinan Nasional (DPN) GMBB Roberto Sihotang, SH. Foto: sp/teddy unggik

Jakarta–harianumumsinarpagi.com,

Generasi Muda Batak Bersatu (GMBB) minta bantuan kepada Presiden Joko Widodo untuk membebaskan Tenaga Kerja asal Indonesia (TKI) Jonathan Sihotang dapat diberikan keringanan hukuman Jonathan saat ini sedang diadili di Pengadilan Malaysia. Terancam hukuman mati karena didakwa membunuh majikannya di negeri Jiran Malaysia

“Kami berharap dan memohon kepada Presiden Joko Widodo dapat menggunakan diplomasi untuk membantu anak bangsa Jonathan Sihotang yang terancam hukuman mati di negeri Jiran Malaysia agar mendapat keringanan sehingga tidak sampai dijatuhi hukuman mati.” demikian disampaikan Ketua Umum GMBB Pdt. Ronny Simbolon, S.Th., S.E.

Dijelaskan menurut pengakuan Jonathan Sihotang. Ia sama sekali tidak ada maksud atau niat untuk melakukan pembunuhan. “Dia hanya merasa sakit hati atas perlakuan yang tidak mengenakkan dari majikannya” katanya Demikian Pres Release yang diterima redaksi Progresnews.Info, Minggu (26/7) sebagaimana dikutip harianumumsinarpagi.com.

Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) GMBB Oloan Nadeak, S.H., mengatakan awalnya Jonathan Sihotang hanya bermaksud untuk minta upah/gaji dari majikannya tempatnya bekerja.

“Jonathan Sihotang awalnya hanya meminta Hak yang selama ini dia terima dengan baik oleh Majikannya yang pertama. Oleh karena majikan yang pertamanya telah meninggal dunia, maka digantikanlah dengan majikannya yang sekarang ini (Menantu dari Majikan yang pertama). Namun setelah setahun belakangan ini dengan majikan yang baru, Jonathan Sihotang tidak diberikan Haknya sebagai pekerja, yaitu selama kurang lebih satu tahun.” katanya

“Perusahaan yang dikelola oleh majikannya itu harusnya juga mendapat teguran yang serius. Bagaimana mungkin orang bekerja baru satu tahun di bayar? Bagaimana dengan kehidupan sehari – hari pekerja apabila digaji dalam satu tahun? Mestinya hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi perusahaan – perusahaan yang mempekerjakan tenaga Indonesia diluar negeri sana.” tambah Sekjen Menurutnya GMBB isangat paham dunia ketenagakerjaan mengingat dalam kesehariannya bekerja di Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia.

Generasi Muda Batak Bersatu (GMBB) saat ini memang sedang membentuk Organisasi Masyarakat yang mempunyai Visi dan Misi untuk mempersatukan dan menjadikan Orang – Orang Batak yang bermartabat dan berintelektual ini, tergerak untuk ikut menyuarakan apa yang menjadi keinginan dari orang tua Jonathan yaitu Asdin Sihotang (58) dan Maslina Nainggolan (60) agar anaknya tidak sampai dijatuhi hukum mati di Pengadilan diraja malaysia, melainkan mendapat hukuman yang seringan – ringannya karena memang tidak ada niat dari Jonathan Sihotang untuk melakukan pembunuhan ” Kami memohon kepada Presiden Joko Widodo agar dapat membantu sehingga aspirasi sebagai anak bangsa atau etnis Batak yang cinta NKRI untuk dapat membantu Jonathan Sihotang sehingga diberikan hukuman yang seringan – ringannya.” harap Ketua Umum GMBB Ronny Simbolon.

Sementara itu, menurut Direktur LBH Dewan Pimpinan Nasional (DPN) GMBB Roberto Sihotang, SH, menilai bahwa peristiwa pembunuhan tersebut dari berbagai sumber informasi yang didapat, sama sekali tidak ada mencerminkan keinginan dari Jonathan Sihotang untuk melakukan Pembunuhan terhadap majikannya.

“saya menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Jonathan Sihotang tersebut bukanlah murni atas keinginan dia dari lubuk hatinya Menurutnya Joonathan Sihotang dalam keadaan saat itu kalap (begitu emosinya) karena gajinya selama setahun tidak dibayar majikannya sebagaimana mestinya yang harus dia dapatkan.Seehingga Dia emosi dan Kalap maka terjadilah insiden tersebut.ujarnya Sayangnya malahan hal yang paling dianggap penghinaan adalah pada saat uang (Gaji yang tidak sesuai) tersebut dilemparkan ke muka Jonathan Sihotang.” tuturnya

“Itu (tindakan melemparkan uang ke muka Jonathan Sihotang) adalah suatu penghinaan yang menurut saya menginjak – injak Hak Asasi Manusia maupun Harga Diri dari Jonathan Sihotang. Beliau adalah orang Batak, kebetulan beliau satu marga dengan saya yaitu Marga Sihotang. Kami dididik untuk selalu menghargai siapa saja dan selalu mengedepankan Prinsip Musyawarah bagi masyarakat Batak yaitu Dalihan Natolu.”

GMBB menilai bahwa memang benar pembunuhan itu telah dilakukan oleh Jonathan Sihotang (32) terhadap majikannya yang bernama Sia Seok Nee (44) di kilang Toto Food Trading, Kampung Selamat, Tasek Gelugar, 19 Desember 2018 silam. Akan tetapi GMBB berharap Majelis Hakim pada Pengadilan Tertinggi di Negara Malaysia sana dapat mempertimbangkan alasan – alasan yang meringankan bagi Jonathan Sihotang sehingga dapat diberikan keringanan hukuman (tidak mendapatkan hukuman mati). Semoga Presiden Joko Widodo dapat mendengarkan aspirasi ini dan dapat menggunakan kekuatan diplomasinya untuk hal ini. *pr/fen