Home Nasional Reyna Usman: NTT Tepat Dijadikan Pilot Program Pencegahan & Penanganan Human...

Reyna Usman: NTT Tepat Dijadikan Pilot Program Pencegahan & Penanganan Human Trafficking

671
0
SHARE
DR Reyna Usman. (SP/ist)

NTT , harianumumsinarpagi.com- DR Reyna Usman .Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Bidang Analis Kebijakan Publik, DR Reyna Usman, mendukung dan menilai tepat jika Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dijadikan Pilot Program Nasional dan Internasional dalam Pencegahan dan Penanganan Human Trafficking karena NTT merupakan wilayah Darurat Human Trafficking.

Dihubungi Rabu (25/4) Reyna Usma yang berpengalaman menangani human trafficking itu mengemukakan, saatnya pencegahan dan pananganan human trafficking dijadikan gerakan nasioal.

Disebutkannya, pemerintah berupaya keras menangani perdagangan orang, termasuk di NTT. Dan, NTT telah dijadikan wialyah darurat human trafficking. Namun dirasakan,penanganannya belum optimal dan diperlukan koordinasi lebih luas.

Karena itu, DR Reyna Usman, mengusulkan pencegahan dan penanganan human trafficking itu dijadikan gerakan Snasional.
Sementara Bupati Timor Tengah,NTT bersama pegiat anti human trafficking saat bertemu dengan IOM,LSM dari Amerika, belum lama ini

Menurutnya, bukti konkret Negara hadir di NTT dalam mengatasi Human Trafficking adalah pertama bekerjasama dengan Polri untuk menindak tegas dan memproses secara hukum Pelaku dan aktor Intelektualis tindak pidana perdagangan orang ( TPPO).

Kedua, bekerjasama dengan Gubernur NTT mengeluarkan Pergub membangun Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) dan Revitalisasi Balai Latihan Kerja.

Ketiga, bekerjasama dengan Pemkab Kabupaten Kupang dan Sumba Barat Daya untuk mengeluarkan Perbub pembangunan LTSA. Ke depan direncanakan di Sikka.

Keempat, Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) di 20 Desa dari 10 Kabupaten di NTT tahun 2017 dan berlanjut lagi tahun 2018.

“Negara sungguh hadir di NTT sesuai program Nawacita Jokowi!”tegas mantan Dirjen Binapenta, Kemenaker tersebut.

LSM

Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA ) Indonesia Martinur Gabriel Goa mengatakan berpendapat sama.

Sejalan dengan rencana Presiden melalui Kemenaker, Padma Indonesia dan POKJA MPM sangat serius dalam menjadikan NTT sebagai pilot program solusi atasi Darurat Human Trafficking di NTT.

Dukungan itu dilakukan dengan cara, pertama mendukung total dan mengawal ketat penegakan hukum TPPO baik di NTT maupun di Malaysia.

Kedua, mendukung total program Kemenaker sosialisasi UU Pekerja Migran Indonesia dan membangun LTSA, BLK dan Program Desmigratif.

Ketiga, mendukung IOM penguatan Gugus Tugas yang membentuk Perda, Pergub, Perbup, Perwalkot dan Perdes Pencegahan dan Penanganan Human Trafficking di NTT dan juga program Reintegrasi.

“Kami juga.menggalang jaringan nasional lewat Persada Indonesia dan jaringan Internasional bersama AICHR, VIVAT dan Fransiscan International untuk pencegahan dan penanganan Human Trafficking NKRI khususnya NTT,” tegas Gabriel *jm/fen