Home Nasional Penasehat Hukum Warga Perumahan Billy Moon Minta Fasum Dikembalikan ke Fungsinya

Penasehat Hukum Warga Perumahan Billy Moon Minta Fasum Dikembalikan ke Fungsinya

554
0
SHARE

Jakarta, harianumumsinarpagi.com – Puluhan warga Puluhan warga Jl. Kelapa Kuning V RT 016/RW 07 Kelurahan Pondok Kelapa Kecamatan Duren Sawit, Komplek Perumahan Billy Moon Pondok Kelapa, Jakarta Timur didampingi Tim Kantor Advokat Ori Rahman & Partners selaku kuasa hukum warga mendatangi Kantor Ombudsman di Jakarta Rabu (18/4)

Kedatangan 65 kepala keluarga (KK) yang dipimpin Ketua RT 16/RW 07 dan Tim Kuasa Hukum 6 orang diterima langsung oleh Rio Saputro, Bagian Penerima Laporan Kantor Ombudsman RI. “Hasil pertemuan ini segera kita tindak lanjuti setelah berkas perkara sudah lengkap, kemudian akan dirapatkan kembali bersama pimpinan Ombudsman,” kata Rio Saputro kepada wartawan , usai pertemuan.

Seperti diketahui, di Komplek Billy Moon Pondok Kelapa tersebut terdapat fasilitas umum ( Fasum) area/ruang terbuka hijau (H.2) berupa taman seluas kurang lebih 800 M2. Fasilitas umum tersebut telah diserahkan oleh pengembang perumahan (PT. Pelangi Buana Utama-red) kepada Pemerintah Daerah dan diperuntukkan untuk kawasan area/ruang terbuka hijau (H.2), dibuktikan dengan sertifikat dan bukti-bukti lainnya..kata salah seorang penasehat hukum warga .Robert Sitorus SH.kemarin

Dijelaskan.fasilitas umum tersebut telah ada puluhan tahun dan dirawat warga secara swadaya dengan cara memagari area hijau, merawat rumput, menanam bunga dan pohon-pohon, membuat fasilitas bermain anak-anak, memasang lampu taman, dan sebagainya..tambah Robert Sitorus SH
Area/ruang terbuka hijau (H.2) ini juga sering digunakan warga untuk berolahraga, tempat bermain anak, berkumpulnya antar warga, melakukan kegiatan hari kebesaran seperti perayaan HUT Kemerdekaan RI dan juga kegiatan lain.

Namun, tanpa diduga, sekitar Juli 2017 tahun lalu, ada pihak yang memasang plang dan menyatakan area tersebut milik pribadi yang kemudian melakukan penebangan dan pengrusakan pohon-pohon, bunga, tempat bermain anak, fasilitas umum lainnya yang telah dibangun warga selama ini, serta telah dilakukan pembangunan di area hijau tersebut.

Atas perbuatan yang telah dilakukan oleh pihak-pihak (Oknum) tersebut, warga merasa sangat dirugikan karena tidak dapat menikmati haknya lagi sebagai area/ruang terbuka hijau (H.2) yang telah dinikmati puluhan tahun. Tindakan sepihak ini kemudian dilaporkan ke Pemprov DKI dan telah dilakukan penyegelan bangunan oleh Suku Dinas ( Sudin) Tata Kota. Pemprov DKI. Namun, segel tersebut sama sekali tidak dihiraukan, bahkan segel tersebut ditutup dan pembangunan tetap dilanjutkan.

Untuk diketahui, bahwa penyegelan tersebut terdapat beberapa peraturan yang harus ditaati:
a. Perda No. Tahun 2014;
b. Perda No. 7 Tahun 2010;
c. Pergub No 128 Tahun 2012;
d. Dapat dipidana Pasal 232 ayat 1 KUHP yang berbunyi …. Barang siapa dengan sengaja memutus, membuang atau merusak penyegelan suatu benda oleh atau atas nama penguasa umum yang berwenang atau dengan cara lain menggagalkan penutupan dengan segel diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan..kata Robert Sitorus selaku Juru bicara dari Tim penasehat Hukum warga

Atas peristiwa ini, Kuasa Hukum yang terdiri: Ori Rahman SH; H. Ade Irwan Anugrah, SH; Dr. Niru Anita Sinaga, SH, MH; Saminoto, SH, MH; dan Robert Cyrus Hasudungan Sitorus, SH menghimbau dan sangat berharap agar para pihak yang terkait dapat dipanggil dan dimediasi.

Tim kuasa hukum juga meminta agar instansi-instansi yang terkait dapat melaksanakan fungsinya untuk menghentikan pembangunan di kawasan area hijau (H.2) di Komplek Billy Moon tersebut.

Selain itu, tim kuasa hukum menghimbau untuk mengembalikan lahan hijau tersebut seperti semula sebagai tempat warga untuk berolahraga, tempat bermain anak, berkumpul antar warga, melakukan kegiatan hari kebesaran seperti perayaan HUT Kemerdekaan RI dan juga kegiatan lainnya .ujar Robert Sitorus SH* an/fen