Home Ragam Diduga Ada Koordinasi, Sektor Cipta Karya Dinas Tata Ruang Kec. kemayoran Tutup...

Diduga Ada Koordinasi, Sektor Cipta Karya Dinas Tata Ruang Kec. kemayoran Tutup Mata Terhadap Bangunan Bermasalah Sarat Pelanggaran.

772
0
SHARE

Jakarta Pusat, harianumumsinarpagi.com– Lemahnya tindakan pengawasan suku dinas cipta karya tata ruang dan pertanahan (Citata) kota administrasi Jakarta Pusat, Sebuah bangunan mewah berlantai tiga di jalan Bangau VI no 5 kelurahan gunung sahari, kecamatan Kemayoran,Jakarta Pusat tetap melanjutkan mendirikan bangunan tanpa menggubris peringatan bahwa bangunan tersebut telah di Segel pada jum’at 22/3/18

Saat dikonfirmasi terkait adanya aktifitas pembangunan tempat tinggal tersebut, Reza Kepala Sektor Citata P2B Kemayoran Jakarta Pusat, Mengakui bahwa dirinya sudah melakukan serangkaian peringatan terhadap pemilik bangunan tersebut.

“Aturan sudah saya laksanakan, tindakan untuk menyegel juga sudah saya lakukan. Pengawasan juga tetap jalan namun karena SDM kita kurang mendukung, SDM kita sedikit sehingga kurang orang untuk mengawasinya” ujar Reza saat ditemui harianumumsinarpagi.com di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

“Kita kan sudah segel dan sudah ada SP nya, Ada surat perintah bongkarnya, itu ada buktinya kita menyerahkan.” Pungkasnya.

Dari pantauan harianumumsinarpagi.com proyek pembangunan Rumah mewah dijalan Bangau VI Kemayoran Jakarta Pusat terus dilakukan bahkan pemberitahuan bahwa bangunan tersebut di segel dipindahkan dan ditutupi jaring bangunan sehingga segel tidak terlihat

Atas tindakan tersebut, N. Fauziah Maharany Ketua Paerwakila DKI Jakarta LSM KPK Nusantara menilai adanya oknum yang bermain sehingga pelanggaran yang dilakukan pemilik bangunan tidak merasakan takut bahkan terus melanjutkan pembangunan tersebut tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwenang.

“Saat itu diakui oleh Kepala Sektor Citata P2B Kemayoran Jakarta Pusat bahwa Pak Reza tengah menunggu Rekomtek dari Dinas untuk pelaksanaan pembongkaran yang akan dilakukan selasa atau rabu ( 20/3/18) lalu. Namun hingga kini 22/3/18 gedung imewah itu tetap melanggar aturan dan terus melakukan aktifitas.” Ujar Fauzi yang juga merupakan intelligent investigasi dari Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia. *tahar/samuel