Home Hukum Jajaran Polsek Gampengrejo Polres Kediri Dan Warga Gampengrejo Menolak Berita Hoax

Jajaran Polsek Gampengrejo Polres Kediri Dan Warga Gampengrejo Menolak Berita Hoax

631
0
SHARE

Kediri, harianumumsinarpagi.com, Deklarasi anti berita hoax, hate speec dan SARA dikumandangkan seluruh jajaran Kepolisian , termasuk jajaran Polsek Gampengrejo Polres Kediri mendeklarasikan anti menolak berita hoax, hate speec ( ujaran kebencian ) dan SARA.

Untuk diketahui, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan tegas menolak adanya hoaks. Pasal 28 (1), Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, (2) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Terkait hukuman dari pelanggar pasal tersebut diatur dalam UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi d.an Transaksi Elektronik diatur dalam Pasal 45 (A). Pasal 45 A (1), setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah), (2) Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Kapolsek Gampengrejo Polres Kediri AKP Muklason menegaskan, bahwa jajaran Polsek Gampengrejo Polres Kediri dan warga gampengrejo kabupaten Kediri menolak berita hoax serta ujaran kebencian berdasarkan SARA.

” Kepolisian tidak main – main dalam menyikapi penyebar berita hoax, dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku “, ujarnya , Minggu ( 18 / 03 ).

Keberadaan Media sosial yang digunakan oleh orang-orang untuk berinteraksi satu sama lain dengan cara menciptakan, berbagi serta bertukar informasi dan gagasan dalam sebuah jaringan yang bersifat maya atau virtual, di mana media sosial dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja yang memiliki perangkat yang terkoneksi dengan jaringan internet, karenanya media sosial sangat mudah digunakan oleh siapapun dan tidak dibutuhkan keahlian khusus untuk itu, semua yang memiliki akses daring dapat menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan orang lain di seluruh dunia, hal ini tentunya akan mempermudah dan mempercepat proses penyampaian dan penyebaran suatu informasi.

Jika informasi tersebut bersifat mendidik dan berisi kebenaran tentunya tidak masalah, yang menjadi masalah adalah jika informasi tersebut berisi kebohongan, atau (hoax) tersebut dibumbui sehingga menjadi informasi yang seolah-olah adalah kebenaran,apalagi di media sosial semua informasi menyebar dengan sangat cepat dan luas jangkauannya, jika fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, apalagi dengan menyebar fitnah di media sosial yang jangkauannya luas, oleh karena itu, adalah hal yang wajar jika para penyebar (hoax) atau fitnah di media sosial perlu diganjar dengan hukuman yang berat mengingat skala penyebarannya yang luas.

Karena berita hoax, kinerja positif pemerintah dapat tertutupi, bahkan tidak menutup kemungkinan indonesia akan berakhir seperti (Libya) jika hoax terus dibiarkan hidup , akan tetapi penyebaran (hoax) ini dapat segera berakhir jika para penyebarnya segera diproses secara hukum, dan masyarakat Indonesia secara luas memiliki kesadaran serta bijak menanggapi informasi hoax.

” Para penegak hukum perlu dengan tegas menindak para penyebar (hoax) , pasalnya secara tidak langsung juga akan membuka mata masyarakat Indonesia secara luas mengenai hal ini, sehingga masyarakat Indonesia dituntut perlahan mulai sadar dan makin bijak dalam menggunakan media sosial untuk mewujudkan bermedia sosial yang sehat “, tambah AKP Muklason.

Lebih lanjut, AKP Muklason menjelaskan, berharap agar masyarakat dalam menerima informasi harus jeli dan cermat dan kroscek terlebih dahulu kebenarannya, dan validitas informasi yang diterimanya, apalagi tahun pesta demokrasi seperti ini berita (hoax) harus ditindak tegas, agar Negara kita tetap aman dan damai,tidak terpecah belah. *hernowo