SHARE

Tambun Selatan, harianumumsinarpagi.com– Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Bekasi mencabut laporan ujaran kebencian yang dilakukan AS Sabtu lalu. Pasalnya, AS sudah meminta maaf kepada semua elemen PDI Perjuangan.

AS sempat ditahan di Polrestro Bekasi semalaman pada hari Sabtu Malam, (13/1), pencabutan laporan tersebut dilakukan pada Minggu, (14/1).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya AS melakukan Permohonan Maaf serta mengucapkan Pancasila dan juga mencium Bendera Indonesia dan Bendera PDI Perjuangan, di Rumah Aspirasi PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Perumahan Cendana, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan.

“Saya sampaikan kepada pimpinan dan para kader partai PDI Perjuangan serta simpatisan PDI Perjuangan dan juga seluruh kepada masyarakat yang tersinggung, saya sampaikan mohon maaf, yang saya tulis membuat kegaduan,” ucapnya saat Jumpa Pers di Rumah Aspirasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi.

Dirinya mengucapkan terimakasi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri dan para kader serta simpatisan PDI Perjuangan, telah maafkanny dan juga membebaskannya.

“Terimakasih yang amat sangat besar saya sampaikan kepada ibu HJ Megawati Soekarno Putri yang sudah berbesar hati untuk memberi maaf kepada saya, dalam berucap di dalam dunia medsos dan dunia media sosial,” katanya.

“Dan saya benar benar menyesali dari hati saya yang paling dalam, dari hati saya tidak terpuji ini. Kami sekeluarga mengucapkan terimakasih kepada kader PDI Perjuangan dan juga sayap sayap partai PDI Perjuangan lainnya yang sudah berbesr hati memaafkan perbuatan saya,” sambungnya.

Dirinya menyesali atas perbuatannya itu dan dirinya berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Serta juga menjadi pelajarannya buat kedepan.

“Jadi saya secara individu saya baru sadar tidak seburuk apa yang saya kira (PDIP-red), setelah berbicara dengan pimpinan PDI Perjuangan (DPC),” ujarnya.

AS mengakui benar bahwa PDI Perjuangan itu cinta umat Islam, setelah dirinya diberikan pencerahan oleh pimpinan DPC PDI Perjuangan

“Bahkan mengasih tau program-progam yang bersangkutan dengan bantuan bantuan kepada lembaga-lembaga ke-Islaman, dari situ saya ada bukti buat saya asumsi yang saya terima itu salah, cuman terpancing oleh opini-opini yang siliwer di facebook jadi itu mengicu saya melakukan itu,” tuturnya.

Dirinya melakukan perbuatan itu atas adanya opini buruk yang berada di media sosial tentang pemerintahan dan PDI Perjuangan yang membuat melakukan perbuatan tersebut.

“Opini-opini yang menyudutkan PDI Perjuangan yaitu tentang pemerintahan Jokowi, tentang kebijakan dari petinggi PDI Perjuangan semua berbaur tentang PDI Perjungan tidak bagus saya terima. Setelah saya berbicara dengan petinggi DPC PDI Perjuangan itu salah,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua BMI Kabupaten Bekasi Anwar menjelaskan pihaknya mencabut laporan tersebut setalah ada perintah dari pimpinan partai PDI Perjuangan.

“Bagi kita saya sebagai kader partai pdi perjuangan tetap kita tegang lurus kepada keputusan partai yang ada diatas, kita konsultasi dengan DPD dan konsultasi dengan pimpinan partai kita, selama itu masih minta maaf kepada partai dan kepada simpatisan PDI Perjuangan ya kita mencabut laporan itu,” jelasnya.

“Karena AS minta maaf ke semua pihak yang ada di PDI Perjuangan, dengan kelogowoan kita keiklasan kita bahwa PDI Perjuangan memaafkan postingan AS,” tuturnya.*samuel Ben Gurion