Home Hukum Kades Maesan Mojo Kabupaten Kediri Diduga Menyalahgunakan Wewenang Dan Penyalahgunaan Dana Desa,...

Kades Maesan Mojo Kabupaten Kediri Diduga Menyalahgunakan Wewenang Dan Penyalahgunaan Dana Desa, Penegak Hukum Diminta Menyelidiki

1565
0
SHARE

Kediri, harianumumsinarpagi.com- Dua pembangunan jalan rabat yang menggunakan dana desa sepanjang 100 meter di dusun Baran, serta 50 meter arah dam desa menuai persoalan, pasalnya sudah mengalami kerusakan yang parah, padahal pembangunan jalan rabat tersebut baru menginjak 3 bulan setelah dinyatakan selesai 100 persen oleh pihak desa.

Pembangunan yang bermuara pada dana desa (DD) ini sangat disayangkan bila sampai disalah gunakan oleh pihak desa, untuk itu pihak penegak hukum harus melakukan penyelidikan , dan bila terbukti pihak desa menyalahgunakan dana desa ( DD ) maka pihak penegak hukum harus menindak tegas sesuai hukum yang berlaku bagi siapa saja yang terlibat ; tak terkecuali kepala desa itu sendiri bila terbukti.

kwalitas pembangunan yang asal asalan membuat warga sekitar resah, pasalnya sangat merugikan pengguna jalan, salah satunya ,Iba (27) warga Dusun Baran Desa Maesan ,Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengeluhkan pihak desa yang tidak serius dalam melakukan perbaikan jalan sehingga hasil nya sangat disayangkan.

Crew dari harianumumsinarpagi.com yang sejak Senin ( 19/12 ) hingga Rabu (27/12 ) bekerja untuk mencari data – data pendukung hingga sampai berita ini diturunkan, sehingga mendapatkan narasumber tidak hanya masyarakat sekitar tetapi juga ada yang dari unsur muspika , namun identitasnya tidak mau dipublikasikan. ” Proyek pengerjaaan jalan rabat itu kurang lebih selesai 3 bulan yang lalu, tapi kondisinya sekarang sudah rusak di sana sini, ” ungkap iba mengeluhkan pada wartawan.

Masih menurutnya, bahan material (semen) yang digunakan menggunakan semen ‘merah putih’ , informasi itu diperoleh dari pekerja sendiri, dikarenakan mereka orang sini semua untuk pekerjaan rabat jalan .

Pak maskur (50) tahun warga dusun Baran mempertegas hal itu , sekedar diketahui bahwa dia merupakan salah satu warga yang di depan rumahnya juga kena proyek rabat jalan.

Lebih jauh, Maskur membeberkan, proyek rabat untuk peningkatan jalan di dusunnya dengan lebar 2 meter panjang kurang lebih 100 meter yang baru 3 bulan yang lalu selesai memakai semen merah putih sebagai bahan materialnya, sehingga sekarang sudah mulai mengelupas serta ambles di sana sini.

” Saya kan kurang tahu soal proyek mas, yang saya tahu merk semen merah putih itu jelek kwalitasnya, sehingga rabat jalan yang di depan rumah saya ini sudah rusak semua, ” terangnya.

Secara terpisah, Kepala Desa Maesan Ahmad membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi kepada crew wartawan .Ahmad siap bertanggung jawab terkait rusaknya bangunan rabat jalan di Dusun Baran.

Saat disinggung soal penggunaan semen Merah Putih dalam pengerjaannya, Ahmad juga tak mengelak, bahwasanya hal tersebut kami rubah RAB nya yang awalnya seharusnya menggunakan semen gresik kita rubah RAB menjadi semen merah putih.

“Waktu itu saya di kalimantan 3 hari, jadi waktu pengerjaan saya tidak memantau langsung dan dari hasil laporan perubahan RAB dari semen gresik menjadi semen merah putih dari standar nya rabat jalan adalah semen gresik, dikarenakan stock pada waktu itu semen gresik sulit di cari (kosong) di pasaran, karena ditargetkan harus selesai jadi kita harus rubah RAB dan hal itu diketahui Kasi PMD Kecamatan Mojo saudara Hasan,” beber Kepala Desa Maesan.

Menurut salah satu narasumber yang tak mau disebutkan identitasnya menjelaskan, pada Rabu ( 27/12 ), ketika mengerjakan proyek tersebut , keuangan seluruhnya dipegang kades dan dibelanjakan sendiri oleh kades. Selain itu juga tidak memfungsikan LPMD ( Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa ) dan TPK ( Tim Pengelola Kegiatan ) , dan menurut keterangannya BUMDes juga belum terbentuk hingga saat ini sampai berita ini diturunkan, padahal uangnya sudah cair. *muhaimin