Home Nasional Kantor Imigrasi Kelas III Kediri, Warga RRC Mendominasi Pelanggaran Administrasi Keimigrasian Sepanjang...

Kantor Imigrasi Kelas III Kediri, Warga RRC Mendominasi Pelanggaran Administrasi Keimigrasian Sepanjang Tahun 2017

430
0
SHARE

Kediri, harianumumsinarpagi.com- Kantor Imigrasi Kelas III Kediri menyampaikan capaian kinerja selama satu tahun , pada Selasa ( 19/12 ).

” Capaian kinerja pada tahun ini mengalami peningkatan terutama di bidang pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian dibanding tahun lalu. Terlihat dari kantor Imigrasi Kelas III Kediri yang melakukan tindakan hingga tindakan hukum ( pro justicia ) terhadap 4 warga negara asing ( WNA ) yang melakukan pelanggaran administrasi keimigrasian”, kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kediri.

Jika dilihat dari warga negara yang melakukan pelanggaran tersebut, terbanyak dilakukan oleh warga tiongkok atau RRC dengan total 14 warganya yang melakukan pelanggaran administrasi keimigrasian. Disusul oleh warga Timur Leste 8 orang, Malaysia 7 orang, Thailand 2 orang, dan Singapura , Korsel, serta Yaman masing – masing satu orang.

” Pelanggaran administrasi ini mayoritas dilakukan oleh warga asing yang hanya izin untuk berwisata nyatanya bekerja di wilayah Kantor Imigrasi Kelas III Kediri “, jelasnya.

Rakha menuturkan, rata – rata mereka izinnya untuk jalan – jalan maupun bertemu keluarga tapi nyatanya mereka justru bekerja di sini, dan ada juga yang karena paspornya sudah kadaluwarsa tapi belum diperbaiki.

Selain itu, Kantor imigrasi Kelas III Kediri tahun ini juga melakukan pengetatan terhadap penerbitan paspor. Hal itu terlihat, dari tahun 2016 Kantor Imigrasi menerbitkan paspor total 44.475, tetapi pada tahun 2017 menurun hingga total 31.986 sampai tanggal 18 Desember tahun ini.

” Tahun ini ada penurunan dalam penerbitan paspor, bukan berarti kinerjanya yang menurun tapi kita memang lebih waspada dan hati – hati dalam melakukan pengeluaran paspor. Tahun ini kita telah menolak maupun menunda permohonan paspor itu totak 789″, pungkasnya.

warga RRC diketahui mendominasi pelanggaran administrasi keimigrasian sepanjang tahun 2017. *hernowo