Home Hukum Beli HP Lewat Facebook, Santri Pondok Pesantren Dituduh Sebagai Penadah

Beli HP Lewat Facebook, Santri Pondok Pesantren Dituduh Sebagai Penadah

788
0
SHARE

Kediri, harianumumsinarpagi.com- Kejadian ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua, kalau berbelanja apapun juga supaya hati – hati terutama belanja online dan via media sosial seperti facebook, contohnya seperti yang menimpa Ahmad Syaifudin (18).

seorang santri dari pondok pesanstren wilayah Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri , Jawa Timur harus berurusan dengan hukum karena dituduh sebagai penadah barang curian gara – gara membeli handphone seharga Rp. 600 ribu lewat jejaring sosial facebook, ternyata handphone yang dibelinya adalah barang hasil curian.

Kasus yang menimpa salah satu santri tersebut menarik simpati teman – temannya sesama santri dan juga dari GP ( gerakan pemuda ) Anshor Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dan berujung pada ratusan massa dari kalangan santri pondok pesantren serta GP Anshor Kabupaten Kediri mendatangi Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri untuk mensuport kawannya yang saat itu kasusnya disidangkan sekaligus meminta agar melepaskan dan membebaskan Ahmad Syaifudin dari dakwaan sidang , Rabu ( 06/12 ) , pasalnya menurut massa santri yang mendatangi PN Kabupaten Kediri, salah sasaran dan yang bersangkutan bukanlah penadah barang curian.

” Ahmad Syaifullah ini santri yang baik dan jujur. Dia cuma sedang membutuhkan handphone. Lalu chatting di fb, dia dapat barang di Jombang , Jawa Timur, yang ternyata barang curian “, kata Turagung, dari Divisi Sosial GP Anshor Kabupaten Kediri, Rabu ( 06/12 ), di halaman PN Kabupaten Kediri.

” Kami meminta majelis sidang menggunakan hati nurani agar membebaskan terdakwa dari dakwaan karena terdakwa merupakan santri yang lugu dan tidak bersalah “, imbuhnya.

Usai mendengarkan agenda eksepsi, keberatan terhadap dakwaan sidang. Sidang berakhir untuk dilanjutkan pada sidang berikutnya dengan agenda tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) pada Senin ( 11/12 ). *hernowo