Home Jabodetabek Beberapa Ormas Sambangi Kantor Desa Pantai Makmur desak Mediasi Kasus Sengketa Lahan...

Beberapa Ormas Sambangi Kantor Desa Pantai Makmur desak Mediasi Kasus Sengketa Lahan di Marunda Center

1030
0
SHARE
Sejumlah Ormas penuhi kantor Desa Pantai Makmur Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi. (Poto/tahar)

Tarumajaya, harianumumsinarpagi.com– Berlarutnya kasus sengketa lahan yang melibatkan salah satu ahli waris dari Almarhum Najihun Abdul Halim dengan pengembang Kawasan industri dan pergudangan Marunda Center wilayah Desa Pantai Makmur Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi menuai reaksi dari sejumlah Ormas yang mendatangi Kantor Desa Pantai Makmur, Senin (4/12)

Saipul Anwar, alias Edo salah satu keturunan Ahli Waris yang juga merupakan Wakil Ketua II MAC Tarumajaya Laskar Merah Putih (LMP) memenuhi janjinya untuk mengerahkan kekuatan yang ada bila pihak Marunda Center dan juga Pemerintahan Desa tidak bersedia mempasilitasi atau memediasi pihak pihak terkait.

“Saya tetap menghormati adanya hukum yang berlaku, bersama Teman-teman Ormas dari Laskar Merah Putih, FBR, Pejuang Siliwangi Indonesia dan Pendekar Banten sementara ini hanya meminta Kepala Desa agar bersedia mempasilitasi dan ikut membantu warganya yang terzholimi karena lahan milik keluarganya dikuasai oleh PT Tegar” jelas Edo kepada harianumumsinarpagi.com

Hal tersebut di Amini pula oleh Marwan salah satu Kuasa waris, hadir bersama Kuasa hukumnya dirinya meminta kejelasan status tanahnya yang sampai saat ini belum juga ada kejelasannya “Lisan sudah, Tertulis juga sudah bahkan saya seperti di pingpong. Dari desa saya disuruh mengurus ke BPN, Tapi dari BPN saya disarankan untuk bisa diselesaikan di bawah (Di Kantor Desa-red)” ungkap Marwan

“Saya tetap mengedepankan asas kekeluargaan secara Musyawarah, Namun bila tidak ada kejelasan kenapa Pemerintahan Desa tidak mau menerbitkan PM1 dan tidak bisa menunjukan bukti bukti surat bila ada serifikat lain di lahan miliknya ini ada apa?” Ujarnya bertanya.

Sementara itu, Ketua Forum Bersatu Ormas (FBO), M Saefudin ditempat yang sama mengatakan bahwa FBO bersama sejumlah Ormas yang tergabung didalamnya akan mengawal proses sengketa lahan ini agar ada keadilan dan kejelasan hukumnya.

“Tadi saya sudah berbicara dengan Kepala Desa, menurutnya yang lebih pantas untuk memfasilitasi adanya mediasi adalah Camat, jadi saya akan segera menemui Camatnya” ujar Saefudin diikuti oleh perwakilan sejumlah ormas untuk menghadap Camat Tarumajaya.

Diketahui sebelumnya, Kuasa Waris mempertanyakan Keterangan dasar girik C353 atas nama Najihun Persil 31 S III luas 2,247 H yang pada tahun 1980 diverifikasi menjadi luas 6,580 Ha menjadi C82 persil 31, tanah tersebut oleh orang tua Marwan pernah dijual belikan C918 atas nama Megawati luas 2,247 Ha pada tanggal 21 January 1976.

Namun diatas tanah peninggalan orang Tua Marwan (Alm. Najihun Abdul Halim ada dua klaim, yaitu

1. SHM 55 dasar Girik C 188 Persil 32a S III Luas 25,980 Ha atas nama Lilis dasar dari Girik Mali.
2. SHM 431 dasar Girik C 628 Persil 32a S III Luas 10,760 Ha atas nama Lilis dasar dari C 225 atas nama Bogor.

Dari Keterangan Ahli Waris sertifikat itu diragukan keabsahaanya karena dari persilnya saja sudah salah alamat. *tahar