Home Hukum Investasi Bodong Menimpa Mantan Calon Wakil Walikota Kediri

Investasi Bodong Menimpa Mantan Calon Wakil Walikota Kediri

455
0
SHARE

Kediri, harianumumsinarpagi.com- Seorang pengusaha asal Kota Kediri Jawa Timur yang sekaligus mantan calon wakil walikota Kediri pada pemilukada tahun 2014 yang diusung oleh PDI Perjuangan telah menjadi korban penipuan investasi Bodong PT Brent Securities dan PT Brent Ventura Jakarta, diketahui korban mengalami kerugian materi lebih kurang Rp 7 miliar dan kasusnya kini ditangani Polresta Kediri.

Hartono menjadi korban penipuan investasi bodong , pengusaha ban asal Kota Kediri dan juga menjadi calon wakil walikota Kediri yang diusung PDI Perjuangan pada Pemilukada Kota Kediri tahun 2014 lalu.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Ridwan Sahara , kasus penipuan yang dialami korban terjadi pada 2014 lalu. Pihaknya telah menetapkan Yandi Suratna Gondoprawiro sebagai tersangka. Bahkan, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) telah rampung dan dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Kota Kediri.

“Kami belum dapat melakukan pelimpahan tahap dua karena tersangka berada di Jakarta. Tersangka sedang menjalani masa penahanan di Lapas Tanjung Kusta Jakarta. Harapan kami bisa dipindahkan ke Lapas Kelas 2A Kediri supaya kami bisa melaksanakan pelimpahan tahap dua bersama tersangka agar segera disidangkan,” jelasnya, Jumat (3/11/2017).

Berdasarkan data yang dihimpun harianumumsinarpagi.com dari berbagai sumber, kronologi penipuan ini adalah korban menginvestasikan uangnya ke perusahaan tersebut dalam jangka waktu tertentu, kemudian korban diberikan surat pengakuan hutang jangka menengan atau Medium Term Noties (MTN), yaitu bukti bahwa korban sudah menjadi nasabah.

Bunga dan jangka waktu investasi tercantum dalam surat tersebut. Kemudian pada saat jatuh tempo, ketika uang hendak dicairkan, oleh perusahaan tidak dibayar. Kemudian dilakukan penagihan selama beberapa kali. Namun perusahaan malah memberi dua lembar cek.

“Tersangka diberikan dua lembar cek. Tetapi sewaktu dicairkan tidak ada dananya. Akhirnya korban melakukan pelaporan. Dan penipuan ini tidak hanya dialami korban, melainkan banyak orang,” jelas Kasat Reskrim Polresta Kediri kepada awak media.

Adapun total kerugian materi yang dialami korban lebih kurang sebesar Rp 7 miliar. Uang tersebut adalah pokok dan bunga yang mestinya dibayar oleh perusahaan investasi bodong tersebut. Sebagaimana janji perusahaan akan memberikan keuntungan sebesar 4,5 persen dalam waktu satu tahun.

Sekadar diketahui, Brent Sucurities adalah perusahaan yang didirikan 1991 dan bergerak di bidang investasi. Awalnya perusahaan bernama PT. PDFCI Securities sesuai dengan pemiliknya waktu itu Bank (Private Development Finance Corporation Indonesia). Nama Brant Securities baru dipakai di tahun 2003. Kegiatan usahanya mulai dari menyediakan layanan pedagang perantara efek, penjamin emisi efek, penasehat keuangan dan pengelolaan investasi terpadu.*hernowo