Home Kriminal Dugaan Pencurian Aliran Listrik, Pengawas UPTD Pasar Tarumajaya Akan Dilaporkan Ke Polisi

Dugaan Pencurian Aliran Listrik, Pengawas UPTD Pasar Tarumajaya Akan Dilaporkan Ke Polisi

558
0
SHARE

Tarumajaya, harianumumsinarpagi.com– Adanya temuan pencurian aliran listrik yang terjadi di Pasar Bojong Tarumajaya Desa Pantai Makmur Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Asisten Manajer Transaksi Energi PT PLN Disjaya UP Marunda, Muhamad Ishak tanpa ampun memerintahkan 13 Tim Petugas PLN untuk memadamkan aliran listrik yang mengaliri lapak dan kios Pasar Tarumajaya,Rabu (01/11/2017)

Aksi pemadaman ini dilakukan setelah petugas PLN memastikan bahwa instalasi kabel yang terkoneksi di lapak atau kios Pasar hampir keseluruhannya ilegal dan masuk dalam katagori pencurian.

“Dari instalasi kabel yang saya temui diatas plafon, semuanya diparalel dari satu kios ke kios lainnya, saya curiga dari kilometer saya ukur semuanya sama cuma 1,5 Amper sedang dari primernya diatas 30 Amper, ternyata ngeloss dari tiang listrik” ujar salah satu petugas PLN usai memotong kabel dan membongkar cirkuit breaker yang di conect asal asalan.

Berbeda dengan hari pertama penertiban, hari kedua aksi pemadaman yang dilakukan oleh sekitar 38 personil PLN mendapat perlawanan dan protes dari para pedagang pemilik kios, umumnya para pemilik kios merasa tidak diberitahu terlebih dahulu sehingga belum melakukan persiapan untuk antisipasi gelapnya pasar.

Namun semua petugas yang sudah mendapat instruksi untuk memutuskan aliran listrik tersebut tak punya pilihan lain selain menjalankan instruksi perintah kerja atasannya.

Sementara itu, Tidak adanya pengawas UPTD Pasar dan Pengelola pasar menimbulkan citra negative dari para pemilik lapak, sebagai pengawas pasar seharusnya bisa mengawasi dan bertanggung jawab terhadap kasus pencurian aliran listrik yang terjadi selama puluhan tahun.

“Memang benar pasar ini masih dalam penanganan pengembang karena belum diserahkan ke Pemda, itulah kenapa pengawas asal asalan dalam hal pengawasan, dia kan orang pemerintah, PNS. Harusnya bisa mengawasi pengelolaan pasar yang sarat dengan uang Panas dari hasil pungutan ini itu” papar salah satu pedagang berwajah cantik

Asisten Manajer M.Ishak, sebagai wakil dari PLN UP Marunda meyayangkan ketidak adanya pengawas UPTD pasar, untuk mencari jalan penyelesaian dan solusi, Ishak berinisiatif mengunjungi ketua UPTD Di Pasar Babelan Kecamatan Babelan, namun usahanya sia-sia karena tidak ada yang bisa dijumpai disana.

Beruntung setelah dihubungi Kasi Humas Polsek Tarumajaya, Aiptu R. Bhakti Purnama, Pengawas UPTD Pasar akhirnya bisa hadir.

Dibawah tekanan dari Wakil Ketua LSM Merah Putih, Niman. Mempertanyakan porsi hukum atas tindakan pengawas yang ikut menikmati hasil kutipan uang listrik yang diterima melalui pengelola pasar sebesar 1,3 juta perbulan dan oknum yang mengaku dari Pihak PLN sebesar 2,2 juta . “Kami tetap akan melaporkan masalah pidananya ke Polda” tegas Niman singkat.

M. Ishak yang hadir sebagai utusan dari PLN dengan tegas meminta pertanggungjawaban dari UPTD Pasar agar bersedia membayar denda selama 9 bulan dan bersedia membuat surat kesepakatan bersama untuk hal pengawasan agar para pedagang tidak terlalu lama dirugikan dengan dipadamkannya aliran listrik tersebut.

Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati untuk dilanjutkan pada hari kamis (02/11/2017), untuk membuat kesepakatan pengelolaan listrik yang ada dipasar Tarumajaya. * tahar