Home Hukum Asisten Manajer PT PLN Sidak Pasar Bojong Tarumajaya, Pengelola dan Pengawas Pasar...

Asisten Manajer PT PLN Sidak Pasar Bojong Tarumajaya, Pengelola dan Pengawas Pasar Kocar Kacir

881
0
SHARE
Tampak Asisten Manajer Muhamad Ishak beserta Tim Petugas PLN bergegas menuju Pasar didampingi sejumlah Ormas.(foto/tahar)

Tarumajaya, harianumumsinarpagi.com– PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya UP Marunda komando Asisten Manager Transaksi Energi, Muhamad Ishak memenuhi janjinya untuk menertibkan instalasi jaringan listrik ilegal di Pasar Bojong Tarumajaya Desa Pantai Makmur Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, senin (31/10/17)

“Saat awal pemeriksaan dikantor pengelola pasar, Tim kami menemukan kilometer tanpa ID Pelanggan alias bodong.” Ucap Ishak

“Tim kami juga mendapatkan Kilometer tanpa ID Pelanggan di Kantor Pengawas UPTD Pasar yang didistribusikan ke sejumlah kios” lanjutnya

Adanya temuan pencurian aliran listrik dan kilometer bodong tersebut, Ishak selaku Asisten manajer Transaksi energy PLN Disjaya UP Marunda mengerahkan puluhan petugas PLN untuk menertibkan jaringan listrik dengan memutus dan mencabut kilometer tersebut untuk dijadikan barang bukti.

“Secapatnya saya akan panggil pengelola pasarnya, dan besok (hari ini-red) saya akan mengunjungi UPTD Pasar Babelan, ”

“Adanya kegiatan ini saya berharap bisa lebih meningkatkan layanan kami kepada masyarakat dan menjaga keamanan dari bahaya listrik yang tidak dilengkapi pengaman (sekring/circuit breaker) serta menjaga aset negara dari kerugian akibat adanya pencurian aliran listrik.” Jelas ishak kepada harianumumsinarpagi.com

Sementara dari keterangan petugas PLN, 90 persen dari sejumlah kios yang ada semuanya memakai aliran listrik ilegal.

“Saya masih telusuri kabelnya, sementara baru tercatat sekitar 200 Amper (44000Watt) yang berhasil kami ukur dari beberapa titik” terang petugas PLN.

Dari pantauan harianumumsinarpagi.com pemutusan sambungan aliran listrik yang dilakukan oleh pihak PLN terhadap pemilik kios dan lapak pasar ditanggapi dengan beragam reaksi, umumnya para pedagang merasa kecewa dan marah dengan pengelola pasar yang tidak membayar listrik ke PLN

“Saya bayar pak, Saya diminta Rp.7000 per-harinya oleh pengelola pasar. Katanya uang listrik.” Protes salah satu pedagang yang kiosnya menjadi gelap akibat adanya pemutusan aliran listrik. Para pedagang meminta agar pihak yang berwenang mengusut dan menangkap pihak pengelola pasar bila benar tidak membayar kepihak PLN.

“Padahal kita semua disini dibebankan uang listrik dari pengelola Pasar yang nilainya bervariasi antara Rp2000 hingga Rp7000 per-harinya, terus itu buat apa?” Tanya pedagang lainnya.

Sayangnya dari awal kehadiran petugas PLN hingga selesainya penertiban, pihak pengelola Pasar, pengawas Pasar dan juga keamanan Pasar tak satupun yang terlihat hadir, menurut sumber yang diterima harianumumsinarpagi.com para petugas Pasar kabur lantaran takut.

“Tadimah ada pak, gak tau kenapa saat rame rame ada orang PLN dan juga Ormas, semuanya kompakan pada pergi” ucap salah satu petugas parkir kepada media.

Hal yang sama diutarakan oleh Ismail, Ketua RT 01/05 Kp.Bali Desa Pantai Makmur.
” ini baru pertama ada razia listrik besar besaran di pasar, saya setuju semua diputus kalau memang merugikan negara” tutur Ismail yang dipinta menjadi saksi oleh PLN untuk menandatangani surat pencabutan kilometr bodong yang ada dipasar Bojong

Kegeiatan penertiban rencananya masih berlanjut hingga hari ini, sejumlah bukti gulungan kabel hasil penyambungan secara ilegal dan box kilometer tanpa Id Pelanggan di bawa untuk disita atau dijadikan barang bukti.

Hadir dalam pelaksanaan penertiban tersebut Personil dari Kepolisian Polda Metro Jaya, LSM Laskar merah Putih, Pejuang Siliwangi dan Pendekar Banten.*tahar