Home Pantura Disnaker Kab Bekasi Masih Gunakan BLK Provinsi Jabar

Disnaker Kab Bekasi Masih Gunakan BLK Provinsi Jabar

1352
0
SHARE
Ilustrasi

Bekasi, harianumumsinarpagi.com – Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktifitas Disnaker Kabupaten Bekasi, Juanda Rahmat mengatakan pihaknya masih menggunakan balai latihan kerja (BLK)  milik Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Jalan Agus Salim, Kota Bekasi sebagai tempat penampungan sementara bagi sejumlah pencari kerja (angkatan kelulusan) asal Kabupaten Bekasi.

“Kita belum bisa menggunakan BLK sendiri, karena masih dalam proses pembangunannya,” ujarnya diruang kerjanya, Rabu (25/10/2017).

Dikatakan, BLK milik Kabupaten Bekasi  berlokasi di Kampung Pulo Puter, Desa Srimahi, Tambun Utara. Adapun struktur bangunannya ada dua gedung diantaranya, asrama putra dan putri.

Nantinya, sarana dan prasarana gedung tersebut akan di fungsikan sebagai pelatihan kerja dan requitmen tenaga kerja baru untuk disalurkan ke luar negeri.

“Tes masuk di BLK berupa tes fisik dan kesehatan. Setelah dapat pembinaan dan lolos tes, kemudian mereka diasramakan lagi di BLK Luar Negeri (Cevest) untuk dikirim ke Jepang,” paparnya.

Tahun 2016 lalu, Disnaker Kabupaten Bekasi telah mengirimkan angkatan kerja baru sebanyak 9 orang ke Jepang. Tahun ini, pihaknya mengirimkan sebanyak 18 orang kelulusan SMK.

“Tahun ini cukup meningkat. Kebanyakan yang tidak lolos lantaran kesehatan seperti perokok,” katanya.

Ditambahkan Juanda, sumber daya manusia (SDM) juga mendukung standar pelatihan di BLK. Namun diakui, kurangnya penerimaan PNS baru juga mempengaruhi staf pengajarnya.

“Makanya, kita bekerjasama dengan BLKLN Cevest dan BLK milik Provinsi Jabar,” ujarnya.

Untuk diketahui, Disnaker Kabupaten Bekasi memprogramkan sertifikasi (uji kompetensi) standar nasional di 12 bidang diantaranya, Pelatihan administrasi perkantoran, pemprograman, mesin produksi, operator CNC/bubut, welding las, welding las Co2, instalasi listrik PLC, tehnik otomotif rem manual, tehnik kendaraan ringan, otomotif sepeda motor, tehnik body elektrical sepeda motor.

Namun, bidang pelatihan administrasi perkantoran dan pemprograman belum masuk uji kompetensi. Dikarenakan belum ada standar acuannya di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). *dharma/samuel