Home Kriminal Komisi III: Tutup Saja Perusahaan Batching Plant Yang Minim IPAL

Komisi III: Tutup Saja Perusahaan Batching Plant Yang Minim IPAL

637
0
SHARE
Ilustrasi

Bekasi, harianumumainarpagi.com – Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi tak akan segan-segan meminta dinas terkait untuk melakukan penutupan sejumlah perusahaan batching plant (produksi beton) yang minim standarisasi izin pengelolaan air limbah (IPAL).

“Jika perusahaan tidak mengurus juga standar IPAL-nya, lebih baik tutup saja perusahaan tersebut,” tegas anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Taih Minarno, Selasa (17/10/2017) di Cikarang.

Politisi Demokrat ini menyikapi salah satu perusahaan batching plat yakni PT SCG Readymix yang berlokasi di jalan raya Cikarang – Cibarusah, minim IPAL.

Diketahui sebelumnya, perusahaan milik negara Thailand itu telah membuang sisa hasil produksinya dilahan pekarangan orang. Lantaran tidak adanya standarisasi bak penampungan air limbah. Perusahaan hanya memiliki 3 bak penampungan air limbah tersebut. Lantaran juga memiliki keterbatasan lahan produksi.

“Dia punya batching plant harus memiliki standarisasi lingkungan hidup. Jangan sampai dengan adanya batching plant itu mengganggu masyarakat sekitar, baik kotoran debu maupun limbahnya mempengaruhi air bawah tanah,” kata Taih.

Menurutnya, perusahaan yang tidak memiliki standar IPAL dianggap telah melaggar undang-undang Lingkungan Hidup. Yang sanksi tegasnya akan dicabut izin usahanya.

“Sebelum perusahaan itu berdirikan harus memenuhi syarat. Bagaimana izin lingkungannya, izin rekom desa, terutama IPAL tersebut,” ujarnya.

Pihaknya juga akan mendorong jika nantinya perusahaan batching plant itu harus di Perda-kan.

Guna konformasi lebih lanjut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi belum bisa dihubungi.*dharma