Home Jabodetabek Jilid II, PKS Merapat ke Partai Golkar?

Jilid II, PKS Merapat ke Partai Golkar?

548
0
SHARE

Bekasi, harianumumsinarpagi.com – Benarkah wacana yang berkembang paska dikeluarkannyarekomendasi nama Sutriyono oleh DPP PKS menjadi ‘angin segar’ bagi petahana (Rahmat Effendi) untuk bersanding di Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang.Atau sebaliknya, Partai Golkar sebagai lawan politiknya. Namun, jika PKS berkoalisi dengan Golkar, sudah barang tentu bahwa Jilid II bagian dari skenario politik pembangunan Kota Bekasi.

Kamis malam (12/10/2017), DPW PKS Jawa Barat telah menyerahkan surat rekomendasi DPP kepada DPD PKS Kota Bekasi terkait nama calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Bekasi Penyerahan surat rekomendasi tersebut  berlangsung di Kantor DPW PKS Jawa Barat, di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

Didampingi calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Bekasi Sutriyono, Ketua DPW PKS Jawa Barat Akhmad Syaiku langsung menyerahan surat rekomendasi kepada Ketua DPD PKS Kota Bekasi Heri Koeswara untuk selanjutnya disosialisaaikan ke tingkat struktur partai.

Sekum DPW PKS Jawa Barat Abdul Hadi membenarkan jika rekomendasi yang dikelurkan oleh DPP PKS memunculkan nama Sutriyono.

“Ya rekomendasi atas nama Sutriyono, saya sudah terima surat rekomendasi dari DPP,” ujarnya saat dihubungi harianumumsinarpagi.com, Jumat sore (13/10/2017).

Sebelumnya, Anggota DPR RI itu tidak diperhitungkan dalam bursa pencalonannya di Pilkada Kota Bekasi.

Sutriyono sendiri harus dihadapkan dengan dua politisi yang dianggap mempuni menuju tiket politik Pilkada Kota Bekasi. Diantaranya, Heri Koeswara (Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi) dan Nur Supriyanto (Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat).

Dalam survei internal partai, Heri Koeswara mendapatkan peringkat pertama dari tingkat popularitas dan elektabilitas dibandingkan dengan petahana (Rahmat Effendi) diurutan kedua. Disusul urutan ketiga, mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad.

Begitu juga, Nur Supriyanto dianggap sebagai calon yang cukup diperhitungkan di Pilkada Kota Bekasi. Selain aktif di daerah pemilihan, Ketua Desk Pilgub itu juga memiliki suara terbanyak di Jawa Barat.

Ketiga nama calon itu berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh DPW PKS Jawa Barat, tertanggal 6 September 2017 tentang sosialisasi tiga nama calon PKS sebagai Wali Kota/Wakil Wali Kota Bekasi.

Sumber harianumumsinarpagi.com mengatakan kabarnya Sutriyono merupakan salah satu pilihan petahana sebagai calon pendampingnya.

Bahkan, jika PKS tidak masuk dalam daftar di Partai Golkar, petahana sudah menyiapkan birokrasi sebagai pilihan alternatifnya.

Demikian pula wacana Jilid II yang sebelumnya sudah berhembus sejak dua tahun terakhir ini antara pasangan Rahmat Effendi dengan Akhmad Syaiku (Wali Kota/Wakil Wali Kota Bekasi). Terlebih, isu itu ramai dibicarakan di media sosial (Mensos).

Meaki dalam perkembangannya, Akhmad Syaiku maju dalam Pilgub Jawa Barat. Namun tak merepotkan petahana untuk mencari pendampingnya. Karena tidak ada lagi mesin politik yang efektif selain PKS. Disamping juga kos (biaya) politik yang semakin murah.

Namun begitu, harapan menyambungkan Jilid II nampaknya semakin jelas paska rekomendasi DPP mengamanahkan Sutriyono.

Seperti diberitakan sebelumnya, diantara partai politik sudah melakukan komunikasi politik (penjajakan) secara intens dengan petahana. Sebut saja ada partai PDIP Perjuangan, PAN, Nasdem bahkan PKS. *dharma